The way I Proud to be Indonesian Woman

Enggak tau kenapa, kalau gue lagi jalan2x ke toko di Medan, di Mangga Dua ato dimana aja, banyak banget yang menganggap gue itu orang China. Dipanggil “cie cie” . Malah waktu di Pinang…. mereka enggak nyangka sama sekali kalu gue itu orang Indonesia.  Gue itu dianggap orang China – Singapore atau Philipine.  Alasan mereka sih karena wajah gue, warna kulit gue dan karena gue berbahasa Inggris dan bukan bahasa Melayu. Aneh kan? Padahal banyak buanget perempuan Indonesia yang bahasa Inggrisnya lebih canggih2x dari gue. Tapi kenapa tidak dianggap orang China ato Philipine juga ?

Sebenarnya yang menjadi masalah di gue tuh …. karena gue bangga banget jadi perempuan Indonesia. Dan dianggap tidak terlihat sebagai perempuan Indonesia, sedikit mengecewakan gue banget.

Kalau ditanya kenapa gue bangga jadi perempuan Indonesia, karena menurut gue perempuan Indonesia itu adalah perempuan yang paling kuat, paling pintar, paling santun, paling tau apa arti dari “gender equity” yang sesungguhnya dibanding perempuan – perempuan lain di negara lain.

Buktinya … kalau di perbandingkan dengan perempuan di negara – negara Asia, perempuan Indonesia itu yang paling mudah untuk sekolah setinggi – tingginya, udah bisa maju lebih cepat dari yang lain yang dikarenakan kondisi kulturnya belum mengijinkan seperti itu. Banyak perempuan – perempuan Indonesia yang sudah jadi pemimpin berpuluh – puluh tahun lalu …. ada Cut Mutia, ada Cut Nya Dien, Martina Natatiahahu (?).  Dan mereka – mereka ini menjadi pemimpin di daerah yang patrinialnya masih tinggi. Hebat banget kan?

Trus tidak seperti perempuan – perempuan di negara Maju, yang karena emansipasinya malah menurut gue jadi kebablasan luar biasa.  Malah seolah – olah pingin melebihi laki – laki. Sampai – sampai kata2x yang menunjukkan kerjaan, tapi karena ada tulisan ‘man’ nya jadi pingin itu juga diganti (eg : Postman — harus juga ada Post woman) . Atau malah bangga hidup sendiri dan menyatakan tidak butuh laki – laki. Kan ngawur buanget. Pdhl ayahnya kan laki – laki  atau bagaimana dengan saudaranya yang laki – laki?  Ngawur buanget kan? Wong udah jelas diciptakan Tuhan, sepasang2x , ada laki2x – perempuan, ada hitam – putih, ada siang – malam etc. Mosok mau dilawan kodratnya? Itu mah aneh.

Perjuangan untuk kesetaraan gender di Indonesia, masih sebatas utk menyamakan kedudukan perempuan dan laki – laki. Keadilan dalam mendapat pekerjaan, persamaan gaji,dll.  Dan itu juga tdak melupakan harkat dan martabat mereka sebagai perempuan.  Liat aja di facebook. Mereka adalah perempuan yang bekerja, ibu rumah tangga yang sayang dengan suaminya dan anak – anaknya. Apa aja yang mereka lakukan …. yang mereka utamakan adalah rumah tangganya, suaminya anaknya.

Perempuan Indonesia juga perempuan yang memegang kulturnya dengan baik. Setinggi – tinggi kariernya, pasti mereka akan masih berdiskusi dengan orang tua, keluarga atau suaminya sebelum mereka memutuskan sesuatu. Masih ‘permisi’ kalau mau pergi,  masih berpakaian sopan dan tidak terlalu kekurangan bahan🙂

Walaupun pasti ada beberapa perempuan Indonesia yang tidak seperti yng gue gambarkan. Tapi itu paling berapa persennya🙂

Dan karena itu ….  gue bangga dong jadi perempuan Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s