Mano oh mano

Lagi sibuk dengan berita soal Manohara.

Anak kecil berusia hampir 17 thn (atau udah 17 thn) yg dinikahkan secara bahagia oleh ibu kandungnya. Anak kecil yang berasal dari ibu yang asli Indonesia dan ayah dari luar (tau deh yang bener dari mana). Anak kecil yang cantik yang terlihat lebih dewasa dari usianya. Anak kecil yang cantik yang terlalu dini untuk belajar mengenal budaya konsumtif dan dunia dewasa.

Dan siapa yang salah? Orang tuanya?

Sebenarnya gue itu bukan sedih dengan cerita2x cengeng versi Manohara

Yg bikin gue sedih itu ya karena seandainya dia bukan berasal dari lingkungannya, mungkin jalan hidupnya tidak bakal seperti ini. Mungkin dia jadi model yang terkenal dan bisa hidup mewah dengan berdiri dikakinya sendiri. Bukn dari kegiatan mencari pria – pria kaya diusia yang masih muda…….. Uh ……..

Gue inget … waktu gue masih seumuran dengan Mano ……. gue tuh lagi bersemangat2x nya sekolah biar nanti besarnya gue bisa menjadi ‘orang’ yg bisa berdiri di kaki gue sendiri.

Gue pingin punya karir dan janji enggak mau seperti nyokap gue yang cuman jadi ibu rumah tangga. Pingin sekolah setinggi – tingginya. Pingin jadi dokter, pingin pinter ……

Apalagi ancaman – ancaman orang tua gue …. bakal mendepak gue kalau mau menikah muda. Trus cerita – cerita seram orang tua gue kalau gue punya anak di usia muda. Buat gue males banget deh mikirin soal menikah. Takut banget. Takut kalu gue harus keluar dari rumah trus musti ngurus anak sementara teman – teman gue menikmati hidupnya dengan sekolah.

Dan itu kejadian kira – kira 17 thn an yang lalu. Trus saat itu kami tinggal di Medan bukan di Jakarta yang jauh lebih modern.

Kan lucu banget kalau 17 thn kemudian, gue menyaksikan anak berusia 16 thn tinggal di Jakarta, pernah tinggal di luar negeri bertahun2x …… masih saja berpikiran kalau menikah adalah salah satu cara untuk menjadi kaya!!!!!!!!!!!!!!!!

Ampyun dah …..

Dan dengan bangganya menyatakan dirinya sebagai “srikandi” Indonesia ……

Malu banget kan gue.

Srikandi seperti apa yang begitu. Wong RA Kartini aja gue tentang namanya diabadikan sebagai lambang perempuan Indonesia, karena tidak menolak dimadu oleh suaminya. Trus kenapa lagi bawa2x nama negara gue. Ih….

Trus pake disamakan lagi dengan TKW2x di Indonesia nasibnya!!!!!!!!!! Kasian banget deh TKW2x itu. Mereka kan disana bekerja untuk mencari nafkah bukan karena pingin hidup mewah tanpa usaha. Beda dong.

Wajar dong kalo TKW2s itu nasibnya diperhatikan, tapi kalu Mano? Uihhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!

Ibu seperti apa sih yang membiarkan anak 2x perempuannya yang masih berumur 15 tahun pergi dengan pria2x berumur 30 thn untuk menginap di suatu tempat. Trus membiarkan anak2x perempuanya itu dugem dengan pakaian seminim mungkin dikelilingi oleh pria2x yang bertelanjang dada. Uhmmmmm

Ibu seperti apa juga yang membiarkan putrinya untuk menikah dibawah umur?

Duhhhhhhhhhhhhhhhh………..

Semoga …. tidak akan pernah ada penyesalan di kemudian hari (amien)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s