My point of view about Take him(me) out Indonesia

Mungkin semua udah pernah nonton tayangan mencari jodoh di salah satu tv swasta di Indonesia yg judulnya “take me out Indonesia (ini calonnya perempuan yg memilih beberapa pria ) dan take him out Indonesia (ini sebaliknya).

Dan acara ini sempat membuat asa  di pikiraan saudara – saudara gue, mama gue tersayang dan teman – teman gue yg tercinta, agar gue ikut dan menemukan jodoh gue di sana :-(  Dan gue?  Tentu aja menentang keras segala bentuk penjodohan apalagi penjodohan in front of jutaan orang. Enggak deh.  Malu buanget kan? LOL

Pandangan gue (terlepas dari tekanan2x utk mengikuti ajang ini) terhadap acara ini sebenarnya ya, positif – positif aja. Why not ? Sah – sah aja. Wong yang dijodoh in mau dan single.

Yang buat gue keberatan,  kenapa sih pesertanya itu kebanyakkan masih muda – muda dengan umur sekitar 20 thn an – 25 thn an. Sehingga ketika ada seseorang yang berumur di atas 30 tahunan, menjadi peserta yang terlalu tua seperti nenek – nenek atau kakek – kakek diantara cucu – cucunya. 

Gue cuman mikir umur 20 thn an – 25 thn an, adalah umur yang terlalu muda untuk datang kesebuah acara perjodohan.  Bukannya di umur segitu, merupakan umur produktif untuk menghasilkan sesuatu bagi kepuasan diri? Umur produktif untuk menghasilkan sesuatu yg positif bagi diri pribadi. Gue tidak menentang, pernikahan di usia muda (secara adik ipar gue  umurnya masih 19 thn ketika menikah dengan adik gue yang paling kecil).  Yang pasti di umur segitu relatif masih terbuka lebar kesempatan untuk mendapatkan pendamping hidup, tanpa harus mengikuti ajang – ajang perjodohan seperti ini. At least, kalaulah belum ketemu jodoh, enggak dikejar2x jam biologis ……. LOL

Selain itu karena ego masih di atas segalanya pada umur – umur muda seperti itu, di mana penampilan keren, wajah cantik dan ganteng, badan kekar dan seksi menjadi satu yang harus ada pada orang – orang yang mereka harapkan menjadi pendamping.  Masalah hati, kepintaran, kesetiaan, tanggung jawab, itu menjadi kriteria pada nomor ke seratus sekian.  Sehingga ketika ada yg datang dengan penampilan biasa – biasa saja menjadi ajang bual – bualan bagi mereka.  Dan kemudian tidak lah jarang kata – kata yang seharusnya tidak sepantasnya diucapkan menjadi sah – sah aja.

Gue sih terus terang jadi miris,  kasian gitu buat orang – orang yang bersungguh – sungguh datang ke ajang itu untuk mencari jodohnya. Kasian buat mereka yang berharap banyak di acara itu. Dan gue harap, kata – kata yang sinis dan penolak-penolakkan itu tidak menjadi kan mereka kehilangan kepercayaan dirinya untuk mencari jodoh. Enggak membuat mereka menutup hati nya karena rasa takut akan penolakkan – penolakkan berikutnya.

Dan gue kemudian berpikir, apa sebenarnya mereka – mereka yang datang ke acara seperti itu sebenarnya hanya menggunakan ajang acara tersebut sebagai tempat untuk memperoleh popularitas, sebagai jalur untuk menjadi terkenal tanpa perlu bersusah payah? Atau kalimat kasarnya, biar bisa “nampang” di tv? Uhm……

Menurut gue, sebaiknya pihak penyelenggara acara, membatasi umur peserta mungkin mulai dari 28 thn – 40 thn. Atau mulai dari 25 thn ke atas.  Kalaulah memang niat mulia dari penyelenggara acara tv, memang membantu orang – orang mencari pendamping hidupnya …..

Atau sebaliknya kalau lah memang ingin dijodohkan, tanpa harus  dipermalukan didepan publik, bagaimana kalau  kita kembali kepada model perjodohan jaman baheula itu ……… LOL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s