Ketika Persoalan Berasal dari Ketidakmampuan Kementerian Saling Bekerjasama

Bukan sekali dua kali saya membaca adanya perbedaan pandangan antara kementerian yang satu dengan yang lain untuk satu hal yang sama. Bukan sekali dua kali juga saya mendengar kementerian A menyalahkan kementerian B di forum – forum yang tidak resmi. Dan parahnya kemudian, minggu lalu saya malah membaca data yang berbeda untuk hal yang sama pada waktu yang sama dari dua kementerian yang berbeda.

Sebenarnya saya amat teramat sangat yakin tentang banyaknya orang – orang pintar yang bekerja pada kementerian – kementerian tersebut, yang hasil – hasil pemikirannya, apabila mereka mau duduk bersama – sama saling bekerjasama,  saya yakin akan menghasilkan solusi – solusi hebat untuk memecahkan masalah yang terjadi di negara ini.

Sayang nya kemudian, hal ini menjadi sesuatu yang hampir sulit di capai karena, pemimpin kementerian (red: menteri), yang mewakili partainya masing – masing, mempunyai kepentingan pribadi – pribadi, sehingga keengganan untuk membuka diri dan bekerjasama dengan kementerian yang lain apalagi yang pimpinan nya berasal dari partai lain menjadi  semakin besar.

Jadi tidak heran dengan permasalahan bbm yang saat ini terjadi, dengan adanya perbedaan pandangan antara kementerian keuangan, kementerian esdm, kementerian perdagangan menjadikan pemimpin negara, juga menjadi sulit untuk memutuskan apa – apa. Dan lagi – lagi kemudian yang menjadi korban adalah masyarakat, yang harus terus  menerus di dudukkan dengan ketidak pastian tentang pencabutan subsidi.

Dan itu juga yang terjadi dengan persoalan – persoalan besar yang  terjadi di Indonesia, seperti seandainya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementeriaan Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Tenaga Kerja serta Kementerian Hukum dan HAM,  mau bekerjasama bahu membahu, memikirkan tentang Tenaga Kerja Wanita di Luar Negeri, tidak akan terjadi masalah besar yang terus menerus menghantui TKW Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Kemudian, saya berusaha mengubah pikiran saya bahwa tidak ada kepentingan politik dari masing – masing kementerian. Tapi kesimpulan saya ternyata tetap, tanpa adanya kerjasama dan perasaan sebagai satu tim dalam kabinet pemerintah, bahwa kerja kementerian yang satu bergantung dari kementerian yang lain dan bahwa keberhasilan kementerian yang satu merupakan hasil dari kementerian yang lain.  Sehingga dengan kurang (tidak adanya) kerjasama antar kementerian dan perasaan sebagai satu team  itu juga sulit untuk menyatukan point of view (sudut pandang) masing – masing kementerian, sehingga juga hasil atau keputusan yang diambil juga berbeda, yang mungkin dilihat dari sudut pandang masing – masing merupakan jalan keluar yang terbaik.

Contoh yang paling mudah mungkin kalau kita membayangkan satu perusahaan yang setiap departemen/instansi/ bagian – bagian di dalam nya kurang (tidak ada) kerjasamanya, mungkin tinggal menghitung hari sampai si perusahaan akan dinyatakan bangkrut, atau sampai adanya perubahan besar – besaran di perusahaan tersebut dengan mengganti pimpinan yang bisa memaksa seluruh departemen/instansi/bagian – bagian mau bekerjsama. Mungkin itu yang harus kita cari sekarang, mengganti pimpinan.

Sebagai warga negara Indonesia, tentulah saya tidak mau melihat negara saya jatuh semakin jauh di dalam keterpurukkan hanya karena ketidak mampuan Kementerian saling bekerjasama. Saya juga sudah bosan melihat penderitaan saudara – saudara senegara saya yang terjadi lagi – lagi karena setiap kementerian tidak mampu saling bekerjsama satu dengan lain. Menurut saya keputusan terberat apapun, apabila telah menjadi keputusan yang disepakati bersama – sama, berarti juga tidak akan menjadi terlalu berat karena juga akan ditanggung bersama – sama .

Sehingga saya mengusulkan supaya seluruh menteri termasuk pemimpin menteri harus bersama – sama mau mengikuti team building setiap tahun untuk memulihkan kembali rasa kepercayaan dan perasaan sebagai satu kesatuan team. Tentu saja, ketika melakukan team building ini mereka terlebih dahulu mau dengan rendah hati meninggalkan jabatannya masing – masing, sehingga kegiatan team building dapat berjalan lancar, sesuai dengan tujuan nya.  Dan ini kemudian menghasilkan rasa saling menghargai satu sama lain dan keinginan untuk saling bekerjasama bahu membahu, walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda, dan kemudian team kabinet ini bisa semakin kokoh. Tidak lagi saling menyalahkan, terhadap keputusan yang dibuat, saling tidak percaya satu sama lain dan keengganan untuk bekerjasama satu dengan yang lain. Dan hasilnya? Tentu saja tidak ada lagi perbedaan baik data, keputusan dan sudut pandang antara setiap kementerian dan tentu dengan begini Presiden bisa lebih dipermudah untuk mengambil keputusan dan masyarakat juga akan jauh terbantu dengan kebijakkan – kebijakkan pemerintah yang memang bijak.

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s