Surat Terbuka kepada FPI

Kepada Bapak – bapak yang terhormat anggota FPI,

surat terbuka ini saya tuliskan, karena saya tidak tahu ke mana saya harus menyampaikan surat ini. Mudah – mudahan, salah satu dari anda mau membacanya sampai akhir tanpa berprasangka buruk atau berniat mengejar saya yang dianggap sebagai orang yang tidak bermoral, memandang tidak ada satupun yang keliatannya bisa dan membuka hati anda semua. Apalagi menurut  sudut pandang saya (mudah – mudahan saya salah), apa pun yang terlihat berbeda dan tidak sesuai dengan pendapat anda, pastilah anda anggap melawan agama Islam dan menentang Tuhan anda. Sekali lagi mudah – mudahan saya yang memang salah menduga.

Bapak – bapak yang terhormat yang dengan permintaan maaf yang mendalam ternyata belum bisa saya hormati, mungkin menurut cara pandang anda, anda sekalian adalah orang – orang beriman yang karena nya harus mememberantas kemaksiatan di muka bumi ini, setidak nya di tanah air tercinta ini. Bagi saya, yang tidak punya hak untuk mengukur keimanan saya, mungkin beban yang bapak – bapak pikul terlalu berat, sehingga tidak ada jalan lain yang bisa bapak – bapak lihat selain melakukannya dengan cara kekerasan.

Untuk itu saya pinta, tanggal kanlah beban itu, biar kanlah orang- orang lain yang masih belum mempunyai beban berat, melakukan tugas memerangi kemaksiatan itu, karena mereka mungkin mempunyai cara – cara yang lain yang lebih menunjukkan ke -Islam-an, agama yang sesungguhnya adalah agama penuh cinta kasih seperti salah satu ayat yang paling indah yang senang saya baca yaitu Al -Kafirun, dimana pada ayat itu tertulis : ‘agamamu – agamamu, agamaku – agamaku, jangan ganggu agamaku dan aku tidak mengganggu agamamu, untukmu agamamu, untukku agamaku’. Dimana disana ditunjukkan, bahwa umat Islam mengakui adanya agama lain diluar agama Islam, dan tidak akan mengganggu agama tersebut selama tidak diganggu.

Ketika anda melakukan kekerasan dengan alasan membela agama, membela nama baik Allah swt, menurut saya saat itulah anda meremehkan Allah swt. Karena Allah swt itu adalah Maha Kuat yang tidak perlu dibela. Yang perlu anda bela adalah orang – orang yang teraniaya, orang – orang yang kelaparan, anak yatim – piatu, orang – orang lemah yang tertindas dan lain – lain yang semuanya memerlukan cinta kasih dan bukan kekerasan. Saya juga tidak pernah menemukan satu ayat pun di Al Quran yang menyatakan bahwa Allah swt mengijinkan umat Nya untuk menghakimi orang lain atas dosa – dasa yang diperbuat orang tersebut. Yang ada adalah agar sebagai umat Nya, Allah menginginkan agar saling tolong menolong sesama, bukan saling menghakimi.

Bapak – bapak yang terhormat, tahukah anda, ketika anda mengatakan tentang Lady Gaga, bagaimana buruknya orang tersebut, pada saat itu juga, anak – anak muda dan orang – orang yang tadinya tidak perduli dengan mahluk bernama Lady Gaga, mulai mencari internet dan menggoogle serta menonton di You tube tentang ‘pornografi’ yang anda ucapkan dilakukan oleh Lady Gaga. Dan itu dilakukan sepanjang hari selama komputer tersambung di komputer, dan kalau lah dihitung pastilah waktu yang mereka habiskan untuk menonton itu lebih lama dari konser Lady Gaga sendiri yang hanya 2 -3 jam dengan biaya yang lebih murah dari pada menonton konser Lady Gaga itu sendiri. Padahal kalau itu tidak anda hebohkan, mungkin mereka juga tidak perduli.

Sama seperti saya, yang juga menjadi penasaran, mencari penampilan Lady Gaga di You tube, karena pingin tau seporno apakah beliau. Padahal, seandainya tidak ada kehebohan itu, mungkin saya juga tidak akan pernah punya keinginan menonton penampilan Lady Gaga😀 Uhm … jadi menurut anda apakah jalan yang anda tempuh adalah jalan yang benar? Menggagalkan konser Lady Gaga dengan cara – cara yang heboh, tidak akan menghentikan malah membuat anak – anak muda itu penasaran untuk menonton Lady Gaga di media lain!!!!! Buka hanya 2 – 3 jam seperti di konser tapi 1x 24 jam dan 7 hari seminggu. Dan anehnya mengapa anda anda semua baru protes tentang kehadiran Lady Gaga sekarang – sekarang, tidak pada saat ticket baru dijual atau jauh – jauh hari ketika isu kedatangan Lady Gaga ke Indonesia. Aneh menurut saya.

Saya juga justru cemas, mengapa anda yang merasa hebat dalam ilmu agama takut bersaing dengan Lady Gaga? Jangan – jangan karena anda tidak sehebat yang anda bicarakanlah maka anda ketakutan. Padahal menurut saya, justru ketika anda membiarkan konser itu berlangsung, tapi ternyata anak – anak muda tidak ada yang tertarik datang kesana karena lebih memilih pengajian  yang anda langsungkan pada saat itulah ditunjukkan kehebatan anda sebenarnya. Mungkin seluruh dunia malah akan menyatakan kekaguman kepada anda semua, ketika mereka melihat anak – anak muda Islam Indonesia, lebih memilih menghadiri pengajian akbar yang bayarannya sama dengan tiket nonton Lady Gaga atau artis US siapa saja yang berpakaian seronok.  Dimana bayaran atas tiket tersebut akan dibiayakan untuk membeli Al Quran dan alat alat sholat yang akan dibagikan secara gratis kepada kaum Duafa. Uhm …  moga – moga mimpi saya tidak terlalu muluk.

Dan saya lebih sedih ketika anda tidak memerangi juga bioskop – bioskop yang membiarkan anak – anak kecil menonton film yang sesungguhnya untuk orang dewasa, anda tidak juga memerangi film – film Indonesia dengan judul – judul yang tidak mendidik dan isinya juga lebih tidak mendidik, tidak datang ke DPR yang anggotanya bersibuk – sibuk menonton film porno, tidak memerangi anggota – anggota DPR (D) yang terlibat pembuatan film porno. Anda hanya diam. Mana suara anda disana?

Anda juga tidak terlihat bersuara keras dan melakukan kekerasan kepada penyalur – penyalur TKW yang ilegal. Atau rumah – rumah sakit yang tidak menerima pasien miskin untuk dirawat. Anda juga tidak terlihat bersuara keras untuk memerangi penjualan dvd/vcd porno yang dijual bebas di Mall -mall, setidaknya tidak sekeras ketika anda menentang majalah Playboy.

Bapak – bapak anggota FPI yang merasa terhormat,  kalaulah tenaga, waktu, uang, dan pikiran yang anda keluarkan saat ini bisa seperti Bapak Anies Baswedan, yang mengajak anak – anak muda berbakat untuk mengajar ke daerah – daerah terpencil, mungkin rasa hormat saya kepada anda semua bisa saya tumbuhkan. Atau anda mengajak seluruh umat muslim untuk setiap minggu nya mengumpulkan koin untuk kaum duafa, atau anda merubah seluruh anggota geng motor kembali ke jalan yang lurus, mungkin saya atau siapapun di Indonesia ini akan memberikan dukungan dan rasa hormat kami kepada anda.

Biarkanlah penghakiman dilakukan oleh orang – orang yang bertugas untuk itu. Biarlah kekerasan menjadi jalan yang dilakukan pemuda – pemuda jalanan yang belum bertobat dan akan diajak bertobat oleh anda . Dan biarkanlah polisi yang melakukan tugas mereka menjaga keamanan. Dan biarkanlah Allah swt, yang menimbang dosa atau tidak nya seseorang karena itu adalah hak dan otoritas Beliau sebagai sang Maha Pencipta. Karena kalau Allah swt, memang menginginkan seluruh orang orang yang berbuat maksiat dicabut nyawanya, sakit atau hidup dalam kesusahan saat ini juga maka tidak ada yang akan bisa menghalangi Nya,  itu pasti terjadi – Kun Fayakuun. Jadi, tugas kita hanyalah membantu mengingatkan sesama, bertoleransi dan saling tolong menolong satu sama lain. Dunia akan jauh lebih indah dan nyaman apabila diwarnai dengan cinta

Dan percayalah aksi yang bapak bapak lakukan akan terlihat jauuuuuuuuuuuh lebih heroik, apabila dilakukan dengan cara damai dan bukan dengan cara kekerasan. Karena saya yakin dan percaya, sebenar nya bapak – bapak anggota FPI bukanlah preman – preman yang hanya mengandalkan otot dan bukan otak dan hati.  Tunjukkan lah kepada dunia bahwa Islam adalah agama penuh cinta kasih.

 

Salam damai

Kharina Dhewayani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s