Falsafah Bola itu bundar

Sebagai salah satu penggemar pertandingan sepak bola, tentunya bulan ini merupakan bulan yang menjadi bulan penuh semangat bagi saya. Semangat karena hampir setiap pagi pasti ada berita tentang bola plus pemain – pemainya yang ganteng – ganteng plus prediksi – prediksi tentang kemenangan. Dan kemudian pada malamnya ada suguhan – suguhan permainan bola yang ciamik (walaupun kadang – kadang ada juga permainan yang menjengkelkan). Semakin semangat karena team favorit saya – Jerman masuk ke semifinal. Uhm … kira – kira  bakal menang enggak sih ya, soalnya dalam tahun – tahun terakhir ini team Jerman sepertinya memang tempat tertingginya hanya di runner up😀

Tulisan saya ini tidak saya tujukan untuk membahas masalah bola, secara saya memang bukanlah ahli dalam perbolaan – saya hanya pemerhati dan pencinta pertandingan bola dan karena saya perempuan, tentulah juga saya pencinta wajah – wajah ganteng pemain bola😀  Jadi tulisan ini saya tulis karena tiba – tiba saya teringat tentang falsafah bola itu bundar – yang sering diucapkan orang – orang apabila team yang sama sekali tidak di favoritkan menjadi pemenang – (ingat UEFA Cup kemaren, atau EU tahun 2004 ketika Yunani jadi pemenang?)

Semua prediksi – prediksi tentang kemenangan team yang diunggulkan banyak orang, kadang kala menjadi tidak terbukti karena pada kenyataan nya team yang underdog inilah yang menjadi pemenang. Team yang berani yang bisa bebas bertanding karena tidak terbeban dengan keharusan menjadi pemenang.

Falsafah ini kemudian membuat saya teringat akan kehidupan. Banyak hal – hal yang sudah diprediksi bakal terjadi ternyata tidak terjadi dan banyak hal – hal yang tidak pernah diprediksi ternyata terjadi (ingat Tsunami di Aceh atau peristiwa kebocoran PLTN di Jepang). Dan semua hal itu terjadi dalam bilangan detik, yang merubah segalanya.

Saya jadi teringat salah satu teman saya di bangku SMA, yang dari penampilan, keseharian sekolahnya dan nilai – nilai raportnya tidak akan bisa menunjukkan dia akan lulus masuk salah satu universitas negeri di Jogja. Malah sebelum pembagian hasil UN, guru – guru udah menanyakan universitas swasta mana yang akan dia pilih, bukan universitas negeri mana yang menjadi pilihannya😀 Tapi ternyata ketika pengumuman ujian masuk universitas negeri …. namanya terpampang jelas DITERIMA di universitas negeri favorit pada saat itu.

Ada juga salah satu teman saya yang selalu diprediksi orang akan menjadi salah satu orang terpintar di negeri ini, ternyata tidak tahan akan tekanan yang dihadapinya dan akhirnya menghabiskan waktunya di salah satu rumah sakit jiwa, ketika harus kehilangan segalanya dalam hitungan menit karena kebakaran.

Jadi kemudian menurut saya, falsafah di dunia ini hampir sama dengan falsafah di dunia bola – bahwa bola itu bundar – dunia itu juga bundar, jadi segalanya bisa saja terjadi. Prediksi – prediksi tetap bisa dilakukan, tapi  kemungkinan prediksi – prediksi itu melenceng jauh,  juga besar. Yang terkadang kita pikir tidak mungkin terjadi, bisa saja malah terjadi (yang biasanya disebut – sebut orang sebagai miracle – mukjizat).

Makanya saya senang sekali dengan kata – kata ‘Kun Fayakuun’, di saat saya sedang merasa down. Kalau Tuhan punya mau, maka terjadilah. Kalau Dia merasa enggak sesuai, maka tidak akan terjadi walaupun rencana yang kita buat itu sudah 99% ( jadi jangan pernah remehkan kemungkinan yang 1 % itu)

Saya pernah ditanya sama ibu saya, kenapa saya sering banget ditegur tukang ojek dan tukang – tukang yang lainnya😀 Kata ibu saya, orang begitu enggak usah deh terlalu dibaikkin. Hahahahahaha. Tapi menurut saya, karena kita enggak akan tau apa yang akan terjadi 1 menit kemudian, justru kita harus menghargai semua orang yang kita temui. Toh, satu senyum dan teguran ‘hai’ enggak akan buat kita susah. Siapa tau besok, mereka – mereka ini tiba – tiba menjadi jutawan yang bakal membantu saya – at least kalau enggak membantu, saya kan bisa ikut bangga kalau punya teman jutawan.

Jadi, kalau saat ini anda sedang sedih, susah, gundah gulana atau jangan – jangan merasa seperti lagu dangdut siapa itu tentang ‘orang termiskin didunia’,  udah enggak usah susah dan sedih lagi. Tetap usaha dan jangan lupa berdoa (pasrahin ajah, yakin Tuhan tau yang terbaik dan enggak ada yang enggak mungkin buat Nya), siapa tau dalam 1 detik lagi semua akan berubah. Nothing impossible in His Hand. Sayang deh kalau hidup yang sebentar ini kemudian diisi dengan sedih – sedih. Apalagi kalau harus menjadi minder karena melihat rumput tetangga yang lebih hijau😀

Sama juga, kalau lagi senang, enggak boleh terlena dan jadi sombong sama sekeliling nya. Kita enggak akan pernah tau apa yang akan terjadi satu menit ke depan. Entar kalau terlanjur sombong, enggak ada yang mau bantu kalau ternyata harus susah (aduh enggak deh, mudah – mudah an keluarga saya, teman – teman yang saya cintai tidak ada yang harus begini)

Selanjutnya karena falsafah bola itu bundar – dan dunia juga bundar, seharusnya membuat saya dan anda tetap semangat menghadapi apapun yang terjadi😀 Karena lagi – lagi, siapa yang tau pasti apa yang akan terjadi satu menit lagi.

Salam hangat – wish you all have a wonderful day always.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s