Antara Silaturahmi,Temu Kangen dan Almamater

Salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan selama bulan puasa tentulah ‘buka puasa bersama’. Dan sebagai penggemar berat acara ‘buka puasa bersama’ karena menurut saya yang hidup di kota seperti Jakarta, moment inilah yang paling sering bisa dimanfaatkan untuk bertemu kembali teman – teman lama yang kesehariannya (walaupun dalam satu kota Jakarta) hampir tidak pernah bisa saya temui.

Jadi ketika ajakkan dari salah satu rekan di grup almamater saya- untuk kembali mengadakan buka puasa bersama dengan seluruh alumni kampus saya, tentulah saya terima dengan rasa bahagia amat teramat sangat. Apalagi tahun lalu ketika kami menyeleranggarakan acara yang sama, wajah bahagia dari peserta yang datang dan keakraban antara senior dan junior (yang bedanya itu bisa 20 tahun) sangat jelas terlihat, membuat saya dan teman teman tetap bersemangat untuk meluangkan waktu ditengah – tengah kesibukkan ditempat kerja masing – masing.

Saya yakin, bagi orang luar maupun alumni yang belum pernah mengikuti temu kangen seperti ini, sulit membayangkan keakaraban yang terjadi antara alumni lintas generasi ini (antara yang masuk kampus tahun 1979 dan dengan alumni yang mulai kuliah tahun 2006 :)). Tapi memang itu yang terjadi. Senior – senior kami rela untuk melepas jabatannya (karena kebanyakkan dari mereka sudah menjadi pejabat – pejabat) dan bergabung dengan kami dan junior – junior yang dengan senang hati melepaskan rasa segan kami (karena kebanyakkan dari kami adalah staf dari para senior).

Yang terjadi adalah saling menggoda – terutama ketika ada yang saling membuka ‘aib’ ketika di kampus (maklumlah dosen killer dan ancaman DO menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari almamater), menjadi bagian yang paling kami tunggu – tunggu.

Sharing pengalaman mulai dari pengalaman terbaik dan terburuk, membuat kami menjadi ‘tercerahkan’, untuk tetap berjalan di jalan yang ‘benar’. Support untuk menjadi tetap ‘kuat’ ditengah – tengah masalah yang dihadapi juga menjadi salah satu bagian dari temu kangen ini. Dan terutama pelajaran untuk tetap ‘membumi’ yang ditunjukkan mereka- mereka yang sukses, membuat kami yang kadang – kadang ‘lupa’ diri menjadi kembali mengkoreksi diri untuk tetap ‘membumi’  :D

Mungkin kalau orang luar yang melihat pasti tidak akan sadar akan adanya beda generasi yang begitu jauh, karena tidak adanya kekakuan antara kami. Bahkan kadang – kadang antara kami sendiri sering lupa tentang beda generasi ini😀  Yang tua menjadi muda kembali dan yang muda menjadi sedikit lebih ‘wise’ . LOL

Karena itulah, ketika malam semakin larut dan kami harus berpisah ,walaupun sudah mengucapkan salam perpisahan, tetap saja tidak beranjak untuk pulang😀 Masih tetap ditempat, mengobrol dan bercanda. Kesadaran karena Cleaning Service yang harus bekerja membersihkan ruangan akhirnya yang mengharuskan kami harus berpisah satu sama lain. Itu juga dengan banyak pesan – pesan untuk panitia , agar secepatnya mengadakan acara yang sama. LOL

Buat saya dan teman teman saya sebagai panitia, yang untuk acara ini harus  meluangkan waktu ditengah – tengah padatnya kegiatan kantor, tentulah rasa lelah itu ada. Tapi kami sadar, itu tidak ada artinya dibanding pertemuan kami dengan senior – senior, teman – teman seangkatan dan junior – junior kami. Tidak ada artinya melihat wajah – wajah gembira dan tawa riuh rendah yang tetap terdengar sampai akhir acara.

Iya .. kedengaran agak lebay …. tapi sungguh moment untuk melihat keakraban lintas generasi ini membuat kami kecanduan untuk mengulang moment ini setiap saat. Keinginan untuk tetap mempertahankan keakraban ini membuat kami rela meluangkan waktu kami.

Hal – hal ini juga yang membuat saya bangga sebagai bagian dari almamater saya. Keakraban, yang saya kira agak sulit untuk dicari di tempat lain.

Karena itu, bila anda juga alumni dari alamater saya yang kebetulan membaca tulisan saya ini, jagan ragu ya untuk datang di acara silaturahmi seperti ini. Jangan takut kalau tidak ada teman seangkatan (wong angkatan saya yang datang ke sana juga tidak ada yang saya kenal :D). Yakin saja, pasti akan kecanduan untuk datang kembali. Yakin saja, beda generasi tidak akan menjadi penghalang keakraban sesama alumni.

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s