Sukses menurut pendapat saya

Di suatu ketika di hidup saya, ada satu diskusi tentang ukuran ‘sukses’. Di diskusi itu dibicarakan nama – nama yang dianggap sukses. Dan seluruh nama yang dianggap sukses pasti adalah mereka – mereka yang berhasil menempati jabatan jabatan yang tinggi yang tentunya harus lah disertai dengan harta yang berlimpah.

Sukses memang seakan tidak cukup hanya dengan keberhasilan menduduki jabatan yang tinggi, tapi harus diikuti dengan harta yang berlimpah. Karena sering sekali saya melihat banyak orang yang akhirnya tidak dianggap sukses, kalau hanya jabatan nya yang bagus, tapi tidak disertai dengan kesuksesan materi (yang menurut saya jadi agak bertolak belakang karena  ketika kemudian terjadi tuduhan korupsi pada yang bersangkutan, justru harta yang berlimpah itulah yang di caci maki🙂 )

Apakah menurut saya kemudian kriteria kesuksesan ini salah? Tentu saja tidak. Saya tidak keberatan sama sekali.  Bukan juga saya menafikan kalau materi adalah sesuatu yang penting di hidup ini, materi sebagai tolak ukur dari kesuksesan tentu sah -sah saja. Hanya kemudian ketika materi menjadi kriteria dari kesuksesan seseorang menurut saya itu terlalu sempit.

Sukses menurut saya adalah ketika seseorang berhasil merubah dirinya dan / atau orang – orang yang disekitarnya ke arah yang lebih baik, ketika orang tua mampu membawa anak nya menjadi anak yang berguna bagi lingkungannya, ketika seorang anak mampu melakukan sesuatu yang membuat bangga orang tuanya, ketika seseorang bahkan dengan hal yang sedikit dan sederhana yang dimiliki, mampu mengucapkan berjuta kata syukur ke sang Pencipta, ketika seseorang mampu mendidik hatinya untuk tetap menghormati orang – orang disekeliling nya tanpa harus terlebih dahulu dipertanyakan apa jabatannya, apa sukunya, apa agamanya, apa latar belakangnya, apakah dibutuhkan kehadirannya atau tidak.

Sukses menurut saya ketika mampu tersenyum di saat banyak masalah mendera hari, ketika mampu menahan diri untuk tidak mencerca orang lain yang tidak sepemikiran dan tidak sepintar denganya, ketika mampu melihat apapun dari sisi positif, ketika mampu bertoleransi dengan lingkungannya. Sukses ketika mampu berbahagia ditengah situasi apapun.

Sehingga tidak jarang kemudian banyak orang – orang sekeliling saya yang saya anggap sukses dengan caranya tersendiri menurut kriteria saya, dan saya jadikan kesuksesan mereka menjadi contoh di kehidupan saya, agar saya bisa menjadi manusia yang lebih baik.

Contohnya tukang jualan bakwan malang dekat kantor saya,- yang berjualan dari siang sampai sering kali malam hari – dan masih bisa tersenyum setiap kali saya lewat atau pulang kantor dan masih dengan ramah berkata kepada saya “pulang mbak”, walaupun jarang banget  saya membeli bakwan malang si mas ini. Padahal saya bisa dengan jelas, melihat kelelahan dan kepenatan di wajah nya, tapi sampai detik ini, belum pernah saya melihat beliau berwajah suram atau sedih atau marah atau bersumpah serapah karena jualannya tidak laku. Beliau adalah orang sukses, yang saya anggap patut saya tiru semangat nya dalam menghadapi hidup.

Apakah kemudian saya merasa diri saya sukses? Uhm …. tentu saja  belum, saya masihlah jauh dari itu. Masih banyak yang harus saya lakukan, agar saya bisa berguna dan sukses di mata orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s