Resolusi -2013

Seperti tahun tahun sebelumnya, di penghujung tahun saya selalu mencoba membuat resolusi yang biasanya saya rencanakan berdasarkan evaluasi saya sepanjang tahun. Tidak semua memang resolusi awal tahun saya terwujud. Tapi seringkali resolusi resolusi saya itu membuat saya bersemangat menghadapi tahun yang baru.

Karena pekerjaan yang berjibun, maka tahun ini resolusi saya pun agak terlambat saya pikirkan, bahkan baru terpikirkan ketika saya mendengar pembicaraan pagi di salah satu radio swasta favorit saya. Ketika itu mereka membicarakan tentang kwalitas hidup manusia. Judulnya memang berat, tapi karena dibawa dengan cara yang santai, maka itu menjadi sangat menarik bagi saya.

Pembicaraan itu intinya menyebutkan sebenarnya setiap manusia itu punya pasang surut kehidupan. Dimana cara kita menghadapinya yang berbeda membuat kita terlihat berbeda juga. Dengan adanya sosial media seperti facebook atau twitter kemudian membuat orang seringkali dengan mudahnya menuliskan status -status yang seringkali kemudian menjadi terlalu mendramatisir keadaan. Sehingga jangan heran kemudian banyak terlahir ‘drama queen’ baru yang misalnya hanya tersenggol tubuhnya tidak sengaja oleh tubuh orang lain, kemudian statusnya di sosial media terlihat seperti tertabrak dan luka parah😀

Kemudian saya mulai memikirkan diri saya. Seringkali saya menulis tentang kemarahan saya di  sosial media dan mendramatisir kehidupan saya, yang sebenarnya tidaklah separah yang saya tuliskan. Maksudnya tentu saja menarik simpati orang, agar terlihat bagaimana saya teraniaya. Hahahahaha Yup, agak lebay memang😀

Sehingga tidak heran kemudian memang pembicaraan pagi di radio tersebut cukup memerahkan telinga saya, dan membuat saya memikirkan kembali kehidupan saya yang sering saya dramatisir. Dan seperti orang orang yang berusaha menjadi baik, maka kemudian saya memutuskan untuk tidak lagi atau setidaknya berusaha mengurangi mendramatisir hidup saya terutama di sosial media. Karena toh setidaknya masih banyak orang yang lebih menderita dari saya.

Saya sendiri tidak tau apakah saya cukup berhasil untuk tidak mendramatisir hidup saya, wong tadi sore saya madihlah membesarkan persoalan kantor yang timbul pada saat saya liburan, yang sebenarnya bisa saja tidak terlalu saya besar – besarkan. Enggak ada yang akan teraniaya kalau masalah itu selesai pada saat saya pulang dari liburan. Tapi sekali lagi ya jiwa drama queen saya masih melekat dalamkepala saya, sampai saya membasahi kepala saya dengan air dingin, dan kemudian barulah saya bisa berpikir dengan jernih dan bisa dengan jernih berpikir kalau sebenarnya, menyelesaikan masalah tanpa saya harus membesarkan masalah.

Tapi karena tahun 2013 masih ada , 363 hari lagi, saya harus tetap optimis bisa tidak lagi mendramatisir hidup saya dan  meyederhanakan segala hal yang seharusnya bisa sederhana, sehingga hidup saya bisa lebih indah.

Wish me luck

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s