Mari Menyebarkan Cinta

Berita tentang pemboman salah satu Vihara, di bulan yang indah ini tentu membuat saya merenung dan berharap itu bukan dilakukan oleh orang orang yang mempergunakan agama sebagai pembenaran atas apa yang dilakukan nya. Menurut saya,  orang orang seperti ini adalah orang orang yang sedang menderita ‘sakit’ kekurangan vitamin yang paling penting di dalam hati dan kehidupan manusia, vitamin C – vitamin Cinta.

Cinta memang sering kali hanya diasumsikan sebagai perasaan yang tumbuh dari seorang perempuan /laki kepada lawan jenis nya (atau juga sejenis buat kaum LGBT).  Padahal cinta itu banyak jenis nya. Cinta kepada orang tua, saudara, teman, tetangga, guru, murid dll. Karena dengan cinta bisa membuat guru dengan sabarnya mengajarkan muridnya, membuat orang tua mau memafkan anaknya, teman mau menolong teman nya, tetangga mau perduli dengan tetangganya yang sakit.

Sedihnya, menurut saya, semakin lama semakin banyak orang orang Indonesia yang kehilangan rasa cinta ini. Sehingga tidak heran banyak kejadian yang tergolong sadis yang dilakukan oleh orang orang Indonesia. Misalnya geng motor yang gila gilaan tanpa hati membunuh maupun dengan sadis melakukan kekerasan kepada orang lain,  pemerkosaan yang semakin banyak dilakukan kepada anak anak batita,  pelecehan kepada orang yang diperkosa,  tindakan perbudakkan dan masih banyak lagi yang lain, yang semakin lama semakin terasa tidak berprikemanusian.

Menurut saya orang orang yang melakukan hal hal tersebut di atas adalah orang orang yang sedang ‘sakit’  yang sedang kehilangan atau belum pernah merasakan cinta sehingga belum bisa  menumbuhkan rasa cinta di hatinya. Karena dengan adanya cinta kepada sesama, maka kecil keinginan untuk menyakiti orang lain, terutama menyakiti dengan cara yang sungguh sungguh sadis. Dengan adanya cinta, maka akan mudah bagi kita untuk menerima orang lain yang berbeda dengan kita, lebih mudah bagi kita untuk memberikan maaf.

Orang orang tersebut mungkin juga tidak  pernah menerima cinta sehingga tidak tau bagaimana menumbuhkan rasa cinta kepada sesama nya di hati mereka masing masing. Mereka ini juga mungkin tumbuh di lingkungan yang keras, yang terbiasa untuk salah mengartikan kekerasan sebagai salah satu bentuk cinta. Saya tidak tau bagaimana menyembuhkan mereka atau apakah dengan memberikan rasa cinta kepada mereka ini akan bisa membantu mereka menumbuhkan rasa cinta di hati mereka, mungkin harus ada terapi khusus untuk itu.

Saya sendiri  termasuk orang yang paling sulit untuk menyatakan rasa cinta saya kepada keluarga, teman bahkan kepada orang teristimewa yang ada di hati saya, dan saya rindukan siang dan malam (#eeeaaaaaaaa) . Lebih mudah bagi saya menuliskan rasa saya dari pada mengungkapkannya.  Malah ketika saya menunjukkan perhatian saya, yang sering keluar adalah kata kata yang menurut banyak orang tergolong sadis dan menyakiti hati. Padahal tidak ada keinginan saya untuk menyakiti.  Orang orang yg sudah lama mengenal saya, mungkin sudah tahu (walaupun ketika mereka sedang bad mood, mereka juga sulit menerima), dan bisa mengerti, itulah gaya saya menunjukkan sayang saya – karena saya tidak akan berkomentar apabila saya tidak perduli atau tidak mencintai.  Mungkin saya termasuk orang yang salah mengartikan kekerasan sebagai salah satu bentuk cinta.  Uhm ….

Karena itu saya juga sedang belajar banyak untuk mengungkapkan rasa cinta saya dengan cara yang lebih lembut, agar tidak banyak orang orang yang saya cintai yang sakit hati dan membenci saya. Saya tidak mau banyak kehilangan cinta karena saya tidak berusaha untuk mengobati ketidak mampuan saya mengungkapkan cinta saya. Dan  saya juga tidak mau menjadi orang yang mengajarkan orang lain untuk mengartikan kekerasan sebagai bentuk cinta.

Dengan akan datangnya hari kemenangan,  hari dimana seperti kata salah satu iklan “dimulai dengan nol”, kita saling bermaaf maafan dna  juga saling berbagi kepada sesama melalui zakat,  mengapa kita tidak juga berbagi cinta kepada  orang orang yang terdekat dengan kita, disekeliling kita. Sehingga mereka bisa merasakan cinta dan merasakan bagaimana damainya apabila dicintai oleh orang lain, dan apabila cinta itu belum tumbuh, mereka akan belajar menumbuhkan benih cinta yang kita sebarkan kepada mereka.  Mungkin dengan begitu kita bisa mencegah semakin banyak nya  kekejaman terhadap orang lain yang disebabkan oleh orang orang yang ‘sakit’ karena belum bisa menumbuhkan cinta atau karena kehilangan rasa cinta di hati mereka.

Abstrak? Susah dimengerti ? Semoga tidak.

Mohon maaf lahir dan bathin.

With love.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s