Bagaimana menjadi mahluk “normal” ?

Saya adalah orang yang punya cap besar dimanapun saya berada ……. PEMARAH, SUMBU PENDEK, SHORT TEMPER.  Sampai sampai kemudian banyak orang yang bilang, kalau saya mau dapat jodoh cepat harusnya habit saya ini yang harus saya ubah secepatnya. Karena, enggak akan ada laki laki yang mau dengan perempuan yang suka marah marah. Hahahahahahhahaha

Kalau dibanding, dulu, sebenarnya saya jauh lebih sabar (ehm…. iya bener deh LOL).  Sebenarnya sih, setelah saya marah, saya enggak nyimpan apa apa lagi dihati. Ya sudah  selesai, paling makan waktu 10 menitan marah saya. Tapi kalau ada yang enggak enak di hati saya, dan saya diamkan, berarti saya sudah tidak perduli atau berarti saya enggak suka sama banget sama akar masalahnya😀  Jadi selama saya masih marah, ya selama itu berarti saya masih perduli.

Saya juga bukan orang yang marah marah tanpa alasan, atau tanpa solusi. Pasti saya akan bantu cari solusi , dan pasti akan saya jelaskan alasan mengapa saya marah.  Dan kalau marah saya ternyata saya salah, saya juga tidak segan segan minta maaf. Iya itu saya.

Tapi hari ini saya yang tidak marah, dianggap banyak orang sedang marah, karena email yang saya kirimkan.  Saya baca berulang ulang, dan berulang ulang. Tetap saya tidak menemukan kata kata marah di sana. Maupun kata kata yang kasar.

Saya coba menenangkan pikiran saya, yang menjadi mulai marah karena pesan singkat di bb saya yang meminta saya untuk calm down bahkan untuk tidak menulis di email di milist. Ehm ……  apa saya sebegitu pemarah nya sampai saya tidak marah pun dianggap marah.  Apa saya sebegitu menakutkan nya bagi orang orang, bahkan untuk menanyakan sesuatu akhirnya mereka harus lewat orang lain karena takut saya marah. Hahahahahhaahhaahaa ……

Saya seketika merasa, jangan jangan saya ini sebenarnya gila. Enggak sadar sering marah marah, jadi tidak bisa lagi membedakan apakah saya marah atau saya tidak marah. Atau saya memang begitu anehnya, sampai orang orang tidak bisa membaca apakah saya marah atau enggak . Uhm ……..

Ah entahlah ….. saya mungkin memang harus belajar banyak untuk mengerti  sejauh mana saya harus marah. Saya mungkin harus mengerti kalau banyak orang yang tidak bisa membaca pikiran saya, (walaupun saya berharap banyak orang bisa membaca pikiran), jadi saya tidak usah berkeras menjelaskan bahwa saya tidak marah, dan kemudian penjelasan yang menjelaskan bahwa saya tidak marah juga dianggap saya sedang marah ketika menjelaskan nya hahahhhahhaahhahhahhaaha ….. hadoh.

Moga moga ada orang yang bisa mengajarkan saya untuk mengetahui sejauh mana saya bisa marah. Atau memang saya harus pergi ke psiakter dan diobati? Ehm …… Pingin sekali saya menjadi mahluk ‘normal’, yang manies dan bisa tersenyum di saat apapun itu.  Jadi enggak dianggap marah setiap saat hahhahahahahaha  Padahal saya itu juga orang yang paling mudah untuk tersenyum dan orang yang sulit untuk menahan tawa. Bahkan sering sekali di omelin karena cara tertawa saya yang tidak feminin.🙂 Atau memang intinya saya harus menjadi perempuan yang mengikuti kaidah baku yang ada. Entahlah …… hahahhahahahah Atau memang saya itu sebenarnya mahluk paling menyebalkan sehingga apapun yang saya perbuat, bisa membuat orang lain emosi. Aduh … semoga tidak yang ini ya ….

 

Tapi setidaknya ada satu yang saya syukuri,  Tuhan memang selalu adil, buktinya, sampai sekarang saya masih single. Soalnya kalau enggak, saya pasti tambah pusing, kalau pasangan saya ,disaat yang sama juga meributkan hal yang sama  tentang saya  hahahahahahhhaahahaha .

2 thoughts on “Bagaimana menjadi mahluk “normal” ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s