Karena mereka memberikan kita “Kehidupan”

Sebagaimana anak yang dilahirkan dari keluarga yang “agak” berbeda dari gambaran keluarga sempurna di film, di tivi atau bahkan di kebanyakkan orang orang, tidak jarang tentunya saya mendengarkan keluhan dari saudara saudara saya, bahkan saya sendiri dulunya sering berpikir begitu  – bagaimana mampu mencintai dan menghargai ke dua orang tua, kalau mereka tidak pernah memposisikan diri sebagai orang tua, yang tidak pernah memberikan pelukan dan memberikan “rumah” agar anaknya bisa pulang sewaktu bebannya terlalu berat, yang mengatakan “everything is gonna be all right”.

Sebenarnya sih banyak juga teman teman saya yang orang tuanya terlihat rukun dan damai juga mengeluhkan hal yang sama. Dan malah pada akhirnya, hal ini yang selalu dijadikan “alasan”  atau “dalih” atas kelakuan negatif yang dilakukan – contoh nya apabila memakai narkoba – alasan nya karena kurang perhatian orang tua, atau lari dari rumah – alasan nya karena orang tua tidak mau mengerti dll. Saya sendiri juga sering melakukan hal yang sama dan mengunakan dalih yang sama.

Sulit memang untuk mengerti mengapa mereka melakukan hal hal negatif yang mereka lakukan kepada anak -anaknya  (memukul, marah, mengumpat, tidak perduli, tidak mau mengerti dan bahkan meninggalkan tanpa tanggungjawab), sulit untuk percaya kalau mereka tidak mencintai anak anaknya. Dan sulit juga untuk mengetahui tau apa sebenarnya yang ada di hati mereka.

Mencoba berada di posisi mereka, ternyata membuat saya lebih mudah mengerti  mengapa mereka melakukan hal tersebut. Mungkin karena orang tua mereka melakukan hal sama kepada mereka atau bahkan lebih buruk.  Mungkin mereka sendiri sebenarnya mempunyai masalah masalah besar yang tidak ingin mereka ceritakan, tapi membuat mereka merasa tertekan dan marah.  Atau mungkin menurut mereka, itu cara yang efektif menyampaikan sayang kepada anaknya, atau mungkin mereka juga tidak tau dan tidak menyadari apa yang mereka perbuat dan pengaruhnya terhadap pandangan anak kepada mereka.

Saya ingat suatu saat, ada teman saya yang merasa begitu tertekan nya dengan masalah rumah tangga nya (sang suami ribut besar dengan ibu mertuanya karena masalah uang), alhasil sekecil apapun kesalahan sang anak – teman saya itu tidak segan segan memaki maki anak nya tersebut di depan kami semua dengan kata kata yang tidak selayaknya di ucapka seorang ibu.  Sewaktu pulang, tiba tiba teman saya berkata betapa menyesalnya dia karena telah memaki maki anaknya dengan kata kata yang tidak selayaknya diucapkan. Saya ingat sekali wajah penyesalan terpancar nyata diwajahnya. Tapi terkadang, justru kejadian 5 menit itu, luka nya akan terbawa oleh sang anak seumur hidup, dan apabila kejadian itu terus berulang tanpa diobati, maka luka itu akan menjadi besar dan besar dan besar dan kemudian membentuk kepribadian sang anak dan membentuk pandangan anak terhadap orang tuanya.

Dan bayangkanlah mungkin seperti ini kejadian orang tua kita dahulu. Mereka tidak tau apa yang mereka perbuat, dan mereka tidak tau sebesar apa pengaruhnya. Dengan begitu mungkin lebih mudah bagi kita memahami mereka dan menghormati mereka sebagai orang tua kita. Memaafkan apa yang telah mereka perbuat.

Saya tidak ingin berbicara soal dosa atau tidak dosa atau masuk surga dan tidak masuk surga, karena kalau menghormati karena kewajiban atau karena tidak masuk surga, saya kira akan menjadi berat melakukan nya dibanding benar benar ingin melakukannya.  Saya ingin membantu berbagi pengalaman, sehingga mungkin orang orang yang mengalami masalah yang sama bisa merasakan hal yang sama. Tidak lagi merasa marah, kesal, kecewa dll kepada orang tua mereka yang memang tidak sempurna dan tidak memberikan kasih seperti apa yang kita harapkan, sehingga kita tidak lagi melihat mereka dengan cara pandang yang negatif.

Dan kalau itu ternyata juga tidak bisa membantu …  mungkin dengan menyadari bahwa mereka – kedua orang tua telah memberikan saya,kita KEHIDUPAN,  sehingga kita bisa ada di sini, ada di dunia ini.  Dan itu tanda cinta terbesar mereka yang tidak dapat tergantikan oleh apapun.

Salam

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s