Beranikah kita mengambil resiko?

Beberapa hari ini saya sedang belajar untuk mengatakan feed back – input yang sejujur jujurnya  kepada orang orang yang meminta saya untuk itu ataupun kepada orang orang yang mengijinkan saya memberikan feedback / input. Seperti orang orang Indonesia pada umumnya, tentulah memberikan feed back kepada orang lain harus berhati hati banget, karena sering sekali memberikan feed back, sama seperti pisau bermata dua – feedback yang terlalu jujur akan membuat orang orang memusuhi kita, sedangkan feed back yang tidak jujur bisa bisa malah menjerumuskan mereka ke jalan yang salah.

Seringnya karena kita takut untuk dimusuhi oleh orang orang lain, takut ditertawakan, takut untuk dikucilkan  kita lebih memilih tidak mengambil resiko, dengan tidak mengatakan apa yang seharusnya kita katakan.  Atau yang sering dianggap jalan terbaik adalah, kita memilih untuk diam dan tidak mengatakan apa apa. Kita akan diam dan menutup mata. Dan apabila sesuatu yang kurang baik terjadi, maka barulah kita berkomentar. Padahal , bisa saja kita mencegahnya kalau kita mau jujur dan mengambil resiko terhadap efek dari kejujuran tersebut.

Maka kemudian muncullah kejadian kejadian yang tidak menyenangkan dan berpengaruh baik kepada orang tersebut dan secara langsung maupun tidak langsung kepada orang orang di sekitar kita, yang sebenarnya bisa kita cegah kalau kita berani ambil resiko untuk berbicara secara jujur, untuk berani untuk dibenci orang orang, berani untuk dikucilkan, berani untuk mengatakan apa yang seharusnya kita katakan bukan apa yang mereka ingin kita katakan, bukan apa yang ingin mereka dengar.

Saya sendiri sekarang memilih untuk mengatakan apa yang seharusnya saya katakan, saya memilih untuk memberikan input / feedback yang jujur bukan karena saya tidak menyukai tapi karena saya perduli, karena saya sayang, karena saya  cinta.  Dan apapun resikonya akan saya ambil.

Mungkin pada saat saya mengatakan nya , mereka merasa kecewa, mereka merasa saya adalah seorang pembangkang, merasa saya adalah seorang yang kasar, sombong, egois atau apapun itu. Dan mungkin juga setelah itu mereka akan marah, benci,  meninggalkan saya, mengucilkan saya dan tidak mau lagi mengenal saya.

Tapi apalah itu artinya kalau dengan begitu,  mereka bisa berubah, bisa meraih mimpinya. Bisa membuat perubahan besar yang lebih baik untuk dirinya dan lingkungan nya. Karena memang bagi saya, lebih mudah untuk berkontribusi dengan feedback jujur saya dari pada memberikan kontribusi berupa materi.

Bagi diri saya juga itu akan membuat saya menjadi lebih nyaman, tidak ada lagi rasa kurang puas, rasa kesel atau pun merasa bersalah karena tidak jujur.

Selain itu saya juga, senang sekali kalau ada orang yang berani dan mau mengatakan feed back yang jujur kepada saya, agar saya bisa lebih baik daripada saya yang sekarang ini, feedback yang bisa membuat saya berguna untuk orang orang yang mencintai saya, untuk keluarga saya, untuk lingkungan saya untuk negara saya.

So … mari memberikan feedback atau input yang jujur kepada orang yang membutuhkan, bukan karena kita benci tapi karena kita sayang kepada mereka😀

Dan mari menerima feedback-input sepahit apapun itu karena itu berarti informasi yang bisa kita gunakan dari orang yang perduli kepada kita, orang orang yang seharusnya kita ucapkan terima kasih – karena sudah berani berbicara dan tidak membiarkan kita jatuh ke dalam masalah.

Salam.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s