Mendengarkan dengan hati

Dalam hidup sehari hari, seringkali manusia lebih banyak mendengrkan dengan telinga. Karena apa yg didengarkan itu, hanya dengan telinga, maka seperti angin lalu, masuk dari telinga kanan keluar dari telinga kiri. Terutama apabila kata kata itu bukanlah kata kata yang ingin kita dengarkan, dan akan semakin banyak yang keluar dari telinga kiri, apabila itu diucapkan oleh orang orang yang kita anggap tidak penting.

Dan anehnya kemudian, kita akan menjadi marah kalau hal ini terjadi kepada kita. Kata kata yg kita sampaikan, kita rangkai 2 hari 2 malm ( yup – ini lebay.com), ternyata begitu saja dilupakan oleh orang lain. Padahal menurut kita, kata kata ini penting banget untuk orang yang menerimanya atau  kalau dalam versi lebay nya adalah kata kata yang romantis banget atau penuh cinta banget. Pastilah keinginan untuk mengasah pisau agar si pendengar yg saya harapkan mendengar suara hati saya, menyadari hahahahhahahhahahaha

Padahal ada satu yang sering kita (terutama sya) lupa, untuk juga mendengarkan dengan hati. Untuk juga mau benar benar mencerna apa yg diucapkan seseorang secara langsung kepada saya. Saya lupa bahwa hati saya juga perlu untuk mendengarkan, sehingga perkataan yg diucapkan bahkan yang tidak diucapkan tapi lewat bagaimana cara seseorang merespon pertanyaan kita, seharusnya bisa saya dengarkan lebih banyak dengan hati. Sehingga bisa tetap diingat.

Saya merasa banget kalau saya seringkali melupakan hal ni, terbukti dari bagaimana orang orang merespon apa yg saya ucapkan. Karena apa yang dilakukan orang lain kepada saya adalah gambaran bagaimana saya memperlakukan orang lain? (iya saya tau memang agak sulit untuk menerima kenyataan ini, LOL – padahal orang tua atau kakek nenek : seringkalau berkata kalau tidak mau disakiti, maka jangan menyakiti,  kan itu sebnenarnya asal mula kata kata di atas:-D

Yah saya masih harus banyak belajar, terutama dalm hal melatih hati saya – agar lebih peka terhadap apa yang diucapkan seseorang kepada saya, apalagi kalau kata kata tersebut sangat penting buat mereka dan terlebih lagi karena saya tidak menginginkan ada yang tersakiti hatinya karena saya melupakan kata katanya atau ada yang merasa menjadi tidak penting dalam hidup saya karena saya melupakan pengalaman hidup yng paling penting bagi dirinya.  Dan  juga karena saya tidak ingin orang orang melakukan hal yang sama kepada saya.

Karena hal hal begini – seringkali menyebabkan misunderstanding, perpecahan dan bahkan perpisahan.

So, yuuuukkkk mari mendengarkan tidak hanya dengan telinga tetapi juga dengan hati😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s