Berdiri Untuk Orang Lain – (kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi?)

Dalam kehidupan saya, ada satu masa, ketika ada orang orang yang berdiri untuk saya, yang melihat saya lebih “besar” jauuuuuuuhhhhh dari yang bisa saya lihat sendiri. Orang orang yang saya tidak tau apa kepentingan nya dengan masa depan saya, tapi mau berdiri untuk saya.

Sejak kurang lebih 6 bulan  lalu, saya banyak melihat orang orang seperti ini di sekitar saya, yang dengan hatinya mau berdiri untuk orang lain hanya karena satu hal yang sama – ingin melihat orang lain juga merasakan hal yang sama, ingin berbagi, ingin orang orang maju bersama. Menjadi sinar di antara kegelapan.

Saya tau, pastilah banyak yang enggak percaya masih ada orang orang idealis seperti ini, di jaman modern seperti ini, dimana nama tetangga sebelah rumah juga belum tentu kita tau.  Tapi kenyataannya, itu terjadi dan karena itu didepan mata saya sendiri, dan karena itu yang saya alami, saya rasakan – merasakan keinginan agar orang orang disekitar saya bisa meraih terbaik yang dia mampu capai, memaafkan dirinya karena terlupa untuk lebih menyayangi tubuhnya, jiwanya, hatinya, memberikan semangat kepada orang orang untuk tidak menyerah terhadap mimpi mimpinya, agar jangan takut bermimipi dan jangan pernah mengatakan tidak bisa. Mengajak anak anak yang kurang beruntung agar merasa, mereka tetap merasa teristimewa dan tetap yakin bahwa apapun yang mereka alami sekarang bukanlah harga mati yang tidak akan bisa berubah di masa depan. Bahwa mereka sama seperti anak anak lain yang boleh bermimpi setinggi tingi yang mereka mau dan pasti dapat mewujudkan nya karena Gusti Allah mboten sare (Tuhan tidak pernah tidur).

Berdiri untuk orang lain, memang bukan hal yang mudah, yang bisa diterima orang orang lain. Dicurigai, dianggap mencuci otak, dianggap punya niatan yang lain, dianggap menjilat, dianggap tidak tulus, dan lain lain itu jadi makanan sehari hari. Saking sulitnya, saya sempat mikir, ternyata lebih mudah menjadi orang jahat – karena enggak pernah dicurigai punya niat lain selain berbuat jahat. Hahhahhahhahhaahahaha.

Tapi rasanya kalau harus berhenti untuk memberikan “sinar” kecil yang kita miliki untuk orang orang lain yang membutuhkan nya,  hanya karena hal hal yang begitu, lama kelamaan dunia ini akan semakin gelap. Satu sinar lilin memang hampir tidak ada artinya, tapi tetap bisa membantu  agar tidak gelap, dan sinar itu akan semakin terang apabila ada 2 lilin , 3 lilin dan kemudian bayangkan apabila ada berjuta juta lilin yang bersinar, betapa terangnya dunia, dan berapa banyak orang yang sedang berada dalam kegelapan terbantu  untuk melihat arah jalannya.

Tidak perlu menjadi martir yang rela mati untuk orang lain, tidak perlu pergi berjuang ke medan pertempuran untuk berdiri untuk orang lain, tidak perlu menjadi kaya luar biasa untuk bisa membantu orang lain, tidak perlu takut kekurangan kalau memberi karena sampai saat ini belum ada yang menunjukkan kalau orang menjadi miskin karena membantu orang lain, tidak punya uang, cukup memberi tenaga, tidak punya tenaga cukup punya waktu untuk membantu cukup membuka hati dan mata melihat sekeliling kita .Cukup buka mata untuk mau meluangkan waktu beberapa menit untuk memberikan harapan kepada orang orang disekeliling kita, tidak perlu orang orang seluruh dunia. Cukup buka hati untuk mendengarkan mereka .

Yuk … mulai dari sekarang, setidaknya mulai dari asisten rumah tangga – dengan tidak memaksanya bekerja seperti buruh 24 jam sehari – 7 jam seminggu. Atau mulai mengumpulkan uang satu hari Rp 1000 – Rp 30.000 sebulan – Rp 365.000 hari. Uang ini bisa untuk membeli buku atau masuk sekolah anak anak jalanan.

Menurut saya,  dari pada kita hanya bersibuk sibuk di sosial media, menulis tuding tudingan terhadapa capres, kecaman kecaman terhadap pemerintah, memaki maki pejabat yang koruptor, atau ikut membakar masalah masalah yang sedang ‘panas”  sehingga semakin memperkeruh suasana, mengapa kita tidak mencoba untuk memulai dari kita sendiri, membuat perubahan perubahan di sekliling kita dengan berdiri untuk orang lain, untuk negara kita tercinta ini?

Karena kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi?

Untuk Indonesia yang lebih baik – mari menyalakan lilin untuk menerangi kegelapan

Remember – Your Country, your people  always need  you

Salam Merah Putih.

 

 

2 thoughts on “Berdiri Untuk Orang Lain – (kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s