Salah satu Inspirator saya (dan dia sempurna dalam ketidaksempurnaannya)

Kemaren saya ikut salah satu training dan di sana terdapat kata kata

“Have what you have”

kata kata ini sebelumnya sering saya dengar, tapi tidak terlalu saya perhatikan. Tapi kali ini menjadi perhatian saya karena saya diingatkan kembali dengan seseorang yang bernama Mega.

Pertemuan kami itu terjadi sewaktu saya menjadi sukarelwan untuk mengajak peserta training ikut ke training tahap berikutnya, memberikan penjelasan kepada mereka mengapa training ini penting dan sebagainya. Karenanya ketika bertemu dengan Mega, yang saya tanyakan adalah keluarganya, sekolahnya, lingkungannya.

Mega adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Ayahnya sudah meninggal dunia ketika Mega duduk dibangku SMA, dan setahun setelahnya sampai saat ini ibunya menjadi TKW di Arab Saudi untuk menutupi kebutuhan keluarga. Mega saat ini sedang duduk di bangku kuliah dan sedang menyelesaikan skripsinya.

Keinginan Mega, menyelesaikan kuliah secepatnya dan kemudian mencari pekerjaan sehingga ibunya tidak perlu lagi menjadi TKW.

Sebenarnya cerita seperti ini  sangat familiar di Indonesia, tidak terlalu istimewa. Yang berbeda karena Mega adalah seorang tuna netra. Dan yang terutama berbeda adalah, sepanjang pembicaraan kami, Mega tidak pernah menjadikan dirinya sebagai korban keadaan sehingga orang orang menjadi kasihan padanya. Mega justru yakin sekali bahwa dia mampu, dan kalaupun ada yang tidak berjalan baik di kehidupannya saat ini, itu karena dia belum melakukan yang terbaik dan bukan karena cacat tubuhnya.

Terus terang pembicaraan ini “menampar” saya keras keras. Karena saya yang terlahir sempurna ini sering sekali merasa menjadi victim dalam kehidupan saya, dan kemudian seolah seolah saya yang paling menderita sedunia, atau menggunakan cerita betapa saya menjadi korban itu agar agar banyak yang kasian pada saya dan mau membantu saya. Saking nyamannya menjadi ‘victim’, saya malah sering sekali enggan berganti posisi menjadi yang bertanggungjawab. Saya sering sekali merasakan apa yang saya miliki tidak cukup , apa yang saya miliki kurang. Saya tidak bisa melakukan sesuatu karena saya kurang (walaupun saya belum mencoba – yup … saya sok tahu banget …😦  )

Saya benar benar kagum, dengan Mega. Perempuan muda yang kuat, penuh semangat. Yang tidak mau menyerah karena keadaanya. Yang mensykuri apapun nikmat yang diberikan Tuhan kepada Nya, dan yakin itu yang terbaik baginya. Mega perempuan yang sempurna dalam ketidaksempunaannya.

Dan saya adalah salah satu orang yang paling beruntung yang diijinkan Nya bertemu dengan Mega, diingatkan untuk mengucap syukur . “Have what I have” .

Jakarta 24 Nov 14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s