Kesetaraan Gender – Ini juga tentang hak sebagai laki laki loh :)

Semalem sebelum tidur, saya menyempatkan diri membaca salah satu media elektronik tentang Emma Watson yang membicarakan tentang kesetaraan gender. Dan ya ….. yang menarik karena pemahaman beliau hampir sama dengan saya.

Kesetaraan gender sering kali disalah artikan tentang perjuangan untuk mendapatkan kesetaraan oleh perempuan. Padahal ya enggak ….. kalau menurut Emma Watson …. perempuan dan laki laki itu seperti sayap yang saling menyeimbangkan dalam kehidupan. Dan menurut saya, juga begitu. Kalaulah seringnya bicara tentang perempuan ya karena yang memang dibeberapa tempat terlihat jelas hak perempuan belum seimbang dengan laki laki. Masih sering terjadi perbedaan gaji antara perempuan dan laki laki, atau juga dalam karir. Selain itu juga karena banyak perempuan yang berkelompok memperjuangkan haknya bersama sama, dan anehnya laki laki tidak mau melakukan hal yang sama karena masih berkutat terhadap aturan bahwa perjuangan kesetaraan gender adalah tentang laki laki bukan tentang perempuan🙂

Saya enggak akan membicarakan disini tentang perempuan …. karena pastilah banyak sudah tulisan tulisan yang lebih keren tentang perempuan dan kesetaraan gender. Yang saya bicarakan disini adalah tentang laki laki.

Banyak kasus kasus pelecehan seksual terhadap laki laki yang tidak dilaporkan baik karena si korban maupun keluarganya merasakan malu yang luar biasa. Padahal dengan tidak melaporkan berarti membiarkan pelaku melakukan hal yang sama terhadap orang lain. Dan yang lebih parah korban korban ini juga tidak mendapatkan pertolongan psikis yang baik.

Tidak seperti perempuan yang mendapatkan banyak simpati, korban pelecehan seksual laki laki ini cenderung semakin dilecehkan di lingkungannya, ditertawakan dan yang lebih parah dianggap bukan lah orang orang yang pantas menjadi laki laki karena bisa bisa nya menerima pelecehan seksual. Terutama apabila si pelakunya adalah seorang perempuan. Padahal siapa yang bilang perempuan tidak bisa lebih kuat dari laki laki?

Kemudian juga terhadap aksi kekerasan rumah tangga. Saya mengetahui beberapa teman saya yang laki laki mengalami kekerasan rumah tangga. Dipukulin, dikunci, bahkan ada yang disiram air panas. Dan ketika mereka menceritakan ini kepada orang lain, rata rata mereka dianggap lemah, ditertawakan. Padahal masalah mereka ini serius. Mereka benar benar ketakutan.

Atau ketika seorang laki laki yang kemudian bekerja di tempat tempat perawatan kecantikkan, yang kemudian di beri label sebagai laki laki yang penyuka sesama jenis. Padahal belum tentu juga mereka begitu. Atau laki laki yang memakai baju warna merah jambu misalnya.

Atau ketika seorang laki laki yang lebih memilih menjadi ayah rumah tangga. Yang memilih tidak berkarir, tidak bekerja karena ingin menjaga dan membesarkan buah hatinya, karena sang istri tercinta mempunyai karir yang sulit untuk dilepaskan. Mengapa kemudian harus ditertawakan? Mengapa tidak boleh mendukung karir istrinya dan tidak boleh membesarkan buah hatinya? Mengapa dianggap lemah? Bukankah itu keputusan rumah tangga mereka berdua? Mengapa harus dianggap juga mendompleng istrinya, takut istri etc? Apakah yang dilakukan nya salah? Toh, dia mengurus anak anak nya. Tidak ongkang ongkang kaki di rumah. Kenapa perempuan boleh menjadi ibu rumah tangga dan laki laki tidak boleh, kalau alasan keduanya sama, ingin membesarkan buah hati mereka tanpa campur tangan pihak lain dan mensupport karir pasangannya.

Yang salah mungkin kalau gara gara ini, kemudian istrinya menjadi pimpinan keluarga, suaminya enggak boleh ikut ngambil keputusan. Atau suaminya males males an di rumah enggak ngapa ngapain, maksa istrinya kerja. Atau memperbudak istrinya. Tapi kalau diantara kedua pasangan ini berjalan aman dan damai saling mencintai. Apa itu salah?

Saya mengenal salah seorang yang begini nih, si abang ngelapasin jabatan karena istrinya sibuk berkarir di perbankan. Dan si abanglah yang ngurus anak anak nya. Sampai ketika anak anak mereka sudah besar (mungkin saat itu yang paling kecil sudah smp), si abang mulai bekerja kembali. Dan rumah tangga mereka happy happy ajah. So why not?

Jadi bagi saya aneh kalau laki laki sendiri kemudian tidak membela kaumnya yang tertindas, malah ikut melecehkan kalau mempunyai masalah masalah seperti ini. Tapi kemudian membabi buta emosi kalau ada perempuan yang membicarakan kesetaraan gender. Uhmmm…..

Jadi yuukkkk baik perempuan dan laki laki untuk saling bersatu mengatakan tidak terhadap ketidak setaraan atas nama gender. Dengan begitu mungkin dunia ini makin harmonis. Aamiin

Salam damai – salam kesetaraan gender😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s