Medsos – eksistensi, image dan kenyataan

 

Saat ini sebagian dari kita pasti memiliki banyak akun medsos mulai dari fb, twitter, path, instagram, etc.  Walaupun ada yang bertujuan untuk promosi, jualan, edukasi – tapi umumnya – memiliki medsos ini adalah sebagai bagian dari eksistasi diri – biar kekinian. Enggak ada yang salah dari itu. Toh akhirnya banyak orang yang menemukan teman lamanya karena medsos ini, atau ketemu jodoh malah (ehmm….) , bisa tau apa yang terjadi  dengan keluarga atau teman atau jadi bisa dengan mudah berhubungan dengan saudara, teman dari ujung dunia lain. Itu positifnya.

Dan mulailah trend – setiap apa yang dilakukan di ekspos di medsos. Semua kegiatan – termasuk tidur, pakai baju, make up, etc. Salah? Ya enggak ….. itu hak nya semua orang. Kalau merasa keberatan …. enggak usah ribet, jangan dilihat, unfriend, selesai kan?

Yang menjadi masalah adalah ketika kegiatan ini kemudian mulai mengganggu orang lain dan terutama mengganggu diri sendiri (mengganggu jiwa dan perilaku diri sendiri tepatnya hahahahahaaha)  Yang menjadi masalah adalah ketika kegiatan ini dilakukan karena ingin  membangun image agar terlihat “hebat” dimata orang lain – mencari eksistensi diri (please guys … you are great what ever happen to you). Padahal orang yang ingin disaingi di medsos mungkin tidak merasa apa apa😀

Atau kemudian – sibuk melakukan apapun yang kalau terlihat di foto – akan menampilkan efek kalau dia hebat. Karena penting sekali menunjukkan kepada dunia bahwa dia hebat. Karena menurutnya dengan begitu dia akan diterima di lingkungan nya. Padahal – hanya cukup perduli dengan orang lain – banyak orang yang akan menerimanya.

 

Kemudian dari hal hal tersebut – maka tidak sering ketika bertemu dengan teman teman – dan mendengarkan cerita cerita mereka baik tentang diri sendiri maupun tentan orang lain …. saya terkejut kejut sendiri (eh tepatnya  kami semua terkejut kejut).

Karena sering sekali apa yang terlihat dan terbaca di medsos – tidak seperti apa yang terjadi sebenarnya di dunia nyata. Yang berbicara tentang agama misalnya – sering sekali apa yang dilakukannya untuk orang lain berbeda 180 derajat. Bahkan untuk mengucapkan terimakasih saja menjadi beban buatnya.

Atau pernah saya mendatangi kantor yang hampir seluruh stafnya memasang foto foto kebersamaan mereka – dan disana tertulis bagaimana akrabnya mereka satu sama lain. Bahkan komentar komentar mereka menunjukan keperdulian satu sama lain. Dan betapa tercengangnya saya, ketika saya disana – saya hampir tidak menemukan rasa percaya – trust dan respek antara sesama mereka. Bahkan saya mendengar sendiri bagaimana mereka berbicara ketidak sukaan mereka terhadap satu sama lain. So ….. foto – foto  dan komentar komentarnya itu apa?  #gagal paham.

Atau saya juga pernah terkejut luar biasa mengetahui keadaan teman saya yang terjerat hutang dimana mana – karena foto foto yang saya lihat di medsosnya itu selalu tentang dia ada di negara apa, barang barang bermerk yang dia beli, setiap sisi rumahnya. Uhm …

Yang hampir mirip … juga ada teman saya  yang setiap saat berselfie ria mengendarai mobil mewah, dan semua teman temannya kemudian memuji muji dianggap sukses luar biasa dalam karirnya. Padahal saya tau banget, bagaimana keadaan yang sebenarnya. Kalau yang ini …. karena ucapan adalah doa – saya doakan semoga memang benar benar suatu saat dia akan sukses luar biasa seperti foto fotonya.

Cerita yang lain tentang image ini – saya juga sering banget terkejut ketika mengetahui teman saya yang rumah tangganya bermasalah – karena setiap kali saya lihat di medsos adalah tentang kata kata atau foto foto mesra nya dengan pasangannya .

Atau saya mengenal seseorang yang mempunyai bermacam macam medsos – dimana salah satu medsos nya yang tidak ada bosnya – dia akan bercerita berbeda tentang bos nya. Mulai dari gaji rendah, dipaksa kerja 24 jam etc. Di medsos yang ada akun bos nya – wuiiihhhhh…. akan menulis tentang bagaimana bangganya dia terhadap bos dan tokonya. Untung saya bukan bosnya hahahahahaahaha

Selain itu saya juga tidak jarang menemukan teman saya – yang setiap status nya memperlihatkan keresahan nya. Padahal setiap kali saya bertemu dengan nya ….. saya tercengang … karena banyak sekali karunia Tuhan yang diberikan kepada Nya – yang diinginkan orang lain (keluarga kecil yang harmonis, karir yang baik, pendidikan tinggi etc)

Yang paling fenomenal adalah saya sering banget bertemu orang orang yang antara wajah di foto foto selfie nya ……. dengan yang aslinya … jauuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhh berbeda. Come on …. pasti banyak yang ngalamin ini

Tidak heran ketika saya ngobrol dengan teman teman saya – kami sering kali tertawa sendiri – tepatnya mengetawakan diri sendiri – kalau mengingat kenapa hal ini harus kami lakukan hahahahhaahhahahaa.

Kenapa menjadi terpancing dengan orang lain – yang mungkin juga kenyataan sebenarnya tidak lah seperti itu.  Kenapa image itu penting banget. Kenapa sibuk ber selfie ria dan mengganggu keselamatan orang lain, atau berselfie ria di atas penderitaan orang lain. Atau kenapa harus envy (malah berpikiran bagaimana agar bisa seperti itu)  dengan foto foto perempuan yang keliatan cuannnnntiikkk banget … karena aslinya ternyata jauuuuuhhhhh berbeda. Hahahahhaaha

Jadi …. dengan akan bergantinya tahun …. what next yang akan dilakukan?  Mungkin belajar untuk menanggalkan image – agar terlihat hebat dan keyren ….. Karena bukan nya  lebih baik itu kalau kenyataan nya itu ternyata lebih indah ya?

Enggak apa – apa lah kalau kurang eksis di medsos, atau kurang dianggap keyren di medsos (kan bukan selebriti ini hahaahhaahhahaahhaa). Dan belajar untuk tidak terpancing dengan apapun yang ada di medsos – karena yang terlihat belum tentu itu aslinya.

So … happy new year all …. wish next year brings ton of joys, prosperity, loves and health.

 

 

 

2 thoughts on “Medsos – eksistensi, image dan kenyataan

  1. Hmmm nice tought mba Karin, bagi saya medsos Supaya berasa rameeee aja hidup Ini….tipikal hidup dikota besar pada umumnya, kita tidak pernah sempat bertemu dengan teman2 dan orang yg pernah mengisi chapter2 hidup kita…. Jadi ya tetap terhubung dengan adanya madsos….. Berasa Ada support dan ramai ditengah rutinitas yang naik turun:)

    • Iya bener – jangan dibawa jadi baper trus jealous trus kemudian melakukan apa ajah biar punya image image baru. Kasian soalnya – bikin cape diri sendiri hahahhaahaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s