Anak Indonesia, Mimpi dan Inspirasi

Baru- baru ini, saya mengikuti kembali Kelas Inspirasi (KI). Kali ini di Bandung, dan ini berarti kelas Inspirasi ke 6 saya, dan kelas Inspirasi saya pertama untuk tahun ini, setelah hampir satu tahun, saya vakum. Btw :orang – orang seperti saya, yang sering mengikuti KI kemudian dapat julukan “KI Hunter” hahaahahahhaaa.

Dan seperti biasa, setiap kali saya mengikuti KI, sebenarnya bukan saya yang menginspirasi, dan bukan saya yang banyak memberi. Tapi anak – anak di SD tempat saya mengajar, guru – guru yang mengajar anak – anak di sekolah tersebut, panitia yang memberikan tenaga dan waktu mereka berbulan – bulan tanpa dibayar untuk mempersiapkan acara ini serta relawan yang gila gila an memberikan yang terbaik yang mereka punya tanpa dibayar untuk anak anak, itulah yang menginspirasi saya.

Kemudian kalau saya ditanya, kenapa sih mau berkali-kali menjadi relawan seperti ini. Mengapa mau melakukan sesuatu tanpa dibayar, bahkan harus mengeluarkan uang? Jawabannya itu banyak banget, diantaranya adalah :

  1. Anak – anak mengajarkan saya banyak hal. Dari  interaksi mereka terhadap teman dan lingkungannya, saya diingatkan untuk tidak memendam marah terlalu lama dengan orang lain, untuk tidak perlu banyak khawatir tentang masa depan dan tidak perlu mengingat -ingat masa lalu, dan tidak perlu malu kalau saya salah.
  2. Jawaban jawaban mereka  atas pertanyaan saya atau pertanyaan – pertanyaan mereka kepada saya, serta obrolan mereka dengan saya, yang serng nya lucu – lucu, membuat saya melupakan seluruh keletihan saya.
  3. Saya merasa saya banyak berhutang kepada negara saya, dan salah satu cara saya untuk membayarnya dengan membagikan waktu, tenaga dan cinta saya untuk sedikit membantu negara membangun mimpi anak – anak Indonesia. Karena bagaimanapun di tangan merekalah nantinya saya akan menyerahkan masa depan bangsa.
  4. Saya jatuh cinta dengan tawa mereka atau binar binar mata mereka ketika mereka mulai pingin tahu tentang sesuatu atau ketika mereka merasa bahagia. Dan itu menjadi priceless – tidak dapat dibayar dengan apapun, ketika saya yang menjadi alasannya. Seperti sewaktu saya mengikuti KI Bandung, ketika saya hendak berpindah ruangan, tiba tiba serombongan anak dari kelas saya mengajar sebelumnya, tiba-tiba menghampiri saya dan memberikan saya pelukan. Dan itu buat saya priceless banget. Saya merasa disayang banyak orang, saya merasa dicintai.
  5. Saya mempunyai keluarga baru, saya mempunyai teman – teman baru, yang tidak kenal saya sebelumnya, tapi luar biasa mau memberikan saya support, mendengarkan ketakutan – ketakutan saya, membantu saya agar saya bisa sukses memberikan yang terbaik yang saya punya kepada anak-anak. Dan mereka membuat saya percaya, masih banyak orang – orang baik di negeri ini, yang mau memberikan yang terbaik untuk negaranya, dengan sukarela.

Sebenarnya masih banyak lagi. Tapi ke lima di atas adalah yang utama.  Dan tentunya alasan yang paling utama adalah, karena saya ingin agar seluruh anak – anak Indonesia tanpa terkecuali, berani untuk bermimpi. Percaya bahwa apapun mereka sekarang, mereka punya hak untuk menjadi yang terbaik, karena mereka berharga.

Sehingga mudah – mudahan suatu saat, ketika mereka dewasa dan sukses, mereka juga mau melakukan hal yang sama untuk anak anak lain. Aamiin

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier

(Greatest love of All)

Apa kabar pengguna PSK (Online)

Belakangan ini yang marak terdengar adalah berita tentang artis/seleberitis yang terlibat PSK Online. Mereka – mereka yang dianggap kategori artis/selebritis ini, ternyata menjual dirinya dengan harga yang fantastis (menurut standard kantong saya ya 😀 ), kepada orang orang lewat perantara orang lain atau pun secara langsung.

Mereka mereka yang kemudian ketahuan atau masih diduga, kemudian dikejar kejar jurnalis, mendapat cemoohan sana sini, dihujat dan lain sebagainya

Apakah menurut saya menjadi PSK itu salah? Uhm … saya bukan lah ahli agama, bukan juga dalam kategori manusia adalah ahli surga, mungkin juga dalam kategori masyarakat umum …. saya termasuk salah satu orang yang dipertanyakan moralnya hahahahhahaa. Saya enggak akan membahas masalah apakah ini salah, dosa atau apalah. Itu bukan ranah saya.

Yang meresahkan saya sih ketika melihat kejadian tertangkapnya PSK ini kemudian,  saya menjadi merasa miris ya …. karena pihak pengguna nya – pemakai jasanya malah cenderung dilupakan.

Padahal sesuai dengan hukum dagang – ada pembeli maka ada penjual. Selama enggak ada yang mau membeli – mana ada juga yang akan menjual. Dan selama enggak ada yang jual maka juga tidak ada yang beli. Dua – duanya punya peran di sana. Jadi agak aneh banget buat saya kalau si pengguna PSK Online ini juga tidak di jerat dengan hujatan, cemoohan yang sama. Agak aneh ketika bicara soal moral PSK, kita enggak berbicara tentang moral pengguna PSK.

Kalau kejadian nya kita samakan dengan pengguna dan penjual narkoba misalnya (maaf saya enggak tau apakah persamaan ini apple to apple ya), maka pengguna narkoba akan dihukum – minimal di rehabilitasi. Maka saran saya …. pengguna PSK juga sama … ya direhabilitasi juga dong … terutama kalau pengguna nya mempunyai keluarga. Direhabilitasi agar tidak lagi menggunakan PSK untuk memuaskan nafsunya.  Ya mungkin perlu dibuatkan semacam panti pembinaan untuk pengguna PSK.

Terutama para pengguna PSK artis/selebritis, yang bisa membayar mahal mulai dari puluhan juta sampai ratusan. Kalau lah uangnya bisa dikumpulkan mungkin bisa sebagai modal mendirikan ukm bagi para PSK, sehingga mereka bisa bekerja yang lain tanpa harus menjual dirinya. Atau mungkin bisa digunakan untuk mendirikan tempat kursus keahlian yang guru gurunya bertaraf regional ASEAN (enggak perlulah internasional), sehingga mereka para PSK ini mempunyai keahlian lain yang bisa digunakan sebagai modak untuk bekerja.

Salam

 

 

Asap ini sudah Mencemaskan – #Save Sumatera #Save Kalimantan – (Karena mereka bagian dari NKRI )

Dua hari kemarin, salah satu teman saya membicarakan soal asap di Pekanbaru dan Palangkaraya dan beberapa hari sebelumnya saya juga menontonnya di salah satu tv, membaca tentang negara Singapore yang sudah protes berat tentang asap ini.

Saya terus terang agak gemas – kemana mahasiswa mahasiswa yang biasanya lantang berteriak menentang ini dan itu, kemana media masa yang biasanya selalu mengabarkan aksi aksi korupsi. Apakah karena isu ini tidak menjadi isu yang “seksi” – yang bisa menaikan nama dan popularitas?

Saya tidak tau berapa banyak sudah korban asap ini, tapi dari cakupan wilayah yang terkena asap, menurut asumsi saya ini adalah salah satu bencana nasional, terutama di kedua pulau yang terkena asap tersebut – ada ratusan ribu warga negara Indonesia di sana. Mereka pembayar pajak seperti kita, mereka mempunyai kartu tanda penduduk yang bertuliskan Warga Negara INDONESIA. Dan mereka tidak bisa memilih – mau tidak mau mereka harus menghisap asap tersebut bersama dengan oksigen yang mereka perlukan untuk hidup.

Mereka tidak bisa menjalankan aktivitas sehari hari nya dengan normal.   Sebagian dari mereka mungkin tidak bisa membuka usahanya karena gangguan asap tersebut. Anak anak  mereka tidak bisa bersekolah – padahal minggu ini anak anak SD di Indonesia sedang menjalani UTS nya. Ibu ibu hamil di sana juga mungkin mengalami kecemasan tentang kesehatan bayi yang mereka kandung. Orang orang yang mempunyai masalah paru paru dan jantung, maupun orang tua yang mempunyai masalah gangguan pernafasan saat ini mungkin harus hidup bergantung dengan masker oksigen. Karena asap tersebut bisa masuk ke rumah tanpa bisa di hindari, karena asap bisa masuk ke paru paru tanpa bisa dihalangi. Belum lagi pasien pasien yang sedang dirawat di rumah sakit – sakit nya mungkin bertambah dengan asap ini.

Siapa kah yang kemudian bertanggung jawab atas kerugian yang mereka derita? Siapakan yang bertanggungjawab atas kesehatan mereka? Kepada siapa mereka bisa meminta tolong? Kepada siapa mereka bisa menyuarakan apa yang mereka derita? Harus berapa lama lagi mereka hidup seperti itu? Harus berapa banyak lagi penderitaan yang harus mereka tanggung.

Seperti yang saya baca disalah satu timeline path teman saya – bahkan uang yang kita kirimkan tidak dapat menyelematkan mereka dari bahaya dari asap yang sehari hari mereka hisap  hampir beberapa minggu ini. Karena ini bukan persoalan yang bisa diselesaikan dari uang yang kita kirimkan seperti masalah masalah bencana lainnya.

Jadi apa yang bisa kita lakukan? Mari bantu untuk menyuarakan masalah ini – agar semakin banyak masyarakat yang perduli, agar pemerintah secepatnya berusaha mengatasi bencana ini, mencari jalan yang terbaik secepatnya tanpa perlu saling melempar tanggungjawab. Tidak perlu mendiskreditkan siapapun- tidak perlu mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tidak perlu mencari popularitas. Yang diperlukan saat ini “urgency”  untuk mengatasi masalah asap secepatnya.

Demi hati nurani yang kita punya, karena mereka di sana – yang terperangkap beberapa hari bahkan minggu di antara asap asap ini  adalah saudara kita, karena mereka bagian dari republik tercinta ini. Karena mereka harus diselamatkan.

#Save Sumatera, #Save Kalimantan

Bukan kenaikkan nya, tetapi jalur distribusi dan pengalihan subsidinya.

Kenaikkan bbm, yang diumumkan secara tiba tiba, tentulah membuat terhenyak banyak orang. Terutama masyarakat diperkotaan. Mulai dari celetukan di sosmed sampai kemudian demo demo yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat. Apalagi masih banyak yang merasa, mengapa itu harus terjadi karena Indonesia kaya akan minyak etc. Untuk informasinya – Indonesia sudah bukan lagi negara penghasil minyak terbesar, itu bisa terlihat mengapa kita tidak lagi menjadi anggota negara OPEC (Oil Petroleum Exportir Country) , karena kita bukan lagi negara pengekspor minyak tapi kita adalah negara pengimpor minyak (- http://www.tempo.co/read/news/2008/05/30/056124008/Keluar-dari-OPEC-Indonesia-Ingin-Tingkatkan-Produksi-Minyak)

Jadi karena Indonesia bukanlah negara yang kaya akan minyak sehingga untuk mencukupi kebutuhan bbm di negara Indonesia, pemerintah harus membeli (red: mengimpor) dari negara lain. Dan untuk itu harga minyak yang di jual dipasaran di Indonesia terlalu rendah, sehingga pemerintah harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mensubsidi nya.

Saya sendiri sebagai masyarakat awam, yang membaca bahwa pemerintah harus mensubsidi bbm sebesar 246.49 T (RAPBN 2014 – sumber http://economy.okezone.com/read/2014/06/13/20/998638/anggaran-bbm-subsidi-disetujui-naik-rp35-2-triliun), logika saya akan berkata, lah subsidi bbm itu siapa yang menikmati? Apakah itu termasuk bbm untuk kendaraan mewah yang dengan santai nya malang melintang di jalan raya?  Uhm …..  apakah itu juga termasuk subsidi bbm untuk pembangkit listrik di Indonesia – dimana rumah rumah mewah menerangi sekeliling rumahnya dengan lampu lampu, plus menggunakan ac di setiap sudut ruangannya? Uhm …

Tahun 2008-2009, saya pernah ke salah satu pulau di Lampung, disana harga solar dibeli oleh penduduk di sana  Rp 10.000/liternya. Dan adakah yang protes saat itu? Enggak ada. Bagi mereka yang penting solar itu tersedia ketika mereka membutuhkan. Dan apakah mereka masyarakat kelas menengah ke atas? Tentu tidak, mereka termasuk penduduk menengah ke bawah dan miskin.

Dan kemudian di sini kita, begitu hebohnya protes ketika bbm naik menjadi Rp 8.500 … di tahun 2014 !!!!

Kalau saya sendiri, saya ogah banget apabila pajak yang harus saya bayarkan atau pinjaman yang harus dilakukan oleh pemerintah dipergunakan untuk mensubsidi orang orang yang sebenarnya mampu. Mosok membeli mobil mewah mampu, bayar bbm enggak mampu? Atau negara harus mensubsidi bbm atas listrik yang dipergunakan oleh rumah rumah mewah yang malah penghuninya lebih sedikit dari jumlah kamarnya? Uhm ……

Saya merasa malu kepada masyarakat miskin di pedesaan sana yang tidak protes. Padahal mereka harus membeli bbm jauuuuuuhhhhhh lebih mahal dari pada kita. Siapa yang saya bela sebenarnya? Kepentingan saya atau kepentingan masyarakat itu?

Menurut saya, yang harusnya di perhatikan dan minta pemerintah benar benar serius melakukan adalah perbaikkan infrastruktur jalur distribusi bbm tersebut. Karena sekali lagi, kalau kenaikkan ini tanpa adanya perbaikkan infrastruktur jalur distribusi bbm – maka bisa dibayangkan berapa harga bbm yang harus ditanggung masyarakat miskin di daerah sana???? Mungkin bisa 2 atau 3 kali lipat dari harga yang sebenarnya. Bagaimana mereka akan menaikkan taraf hidupnya?

Yang harus kemudian di perhatikan adalah bahwa benar benar subsidi sebesar sekian yang telah dicabut, benar benar dialihkan pada penguatan kesejahteraan rakyat, seperti yang dijanjikan, bukan kemudian raib entah kemana.

Jadi apakah masih mau protes dengan pencabutan subsidi? Ataukah mau bersama sama memperhatikan dan mendorong pemerintah agar secepatnya memperbaiki infrastruktur jalur distribusi bbm dan pengalihan subsidi untuk kesejahteraan rakyat?

Salam

@Metro Mini 75

Banyak mungkin teman teman saya yang tidak percaya kalau saya masih sering naik bis Metromini 75 yang rutenya blok M- Pasar Minggu – setidaknya kalau saya berangkat dari kantor ke rumah atau sebaliknya, Tidak cukup aneh menurut saya yang belum punya kendaraan sendiri. Apakah saya menikmatinya? Uhm … sebagai manusia biasa ya pastilah ada saat saat saya merasa deuuh – nih bis. Tapi 85% nya saya menikmati sekali waktu saya bersama si Metro Mini ini.

Terus kenapa saya menuliskan tentang Metro Mini khususnya no 75 ini, supaya teman teman saya yang saat ini belum pernah merasakan bagaimana rasanya naik bis di negeri sendiri – bisa mengetahui langsung, bagaimana sih rasanya naik bis tua ini. Atau teman teman saya yang sering mengeluhkan bagaimana baunya supir taxi – yang dinaiki, atau bagaimana menyebalkannya macet macet di mobil, atau motor nya bisa bersyukur atas karunia Nya karena masih diberikan rejeki oleh Nya – karena masih banyak orang orang di sana, yang tidak bisa merasakan kenyamanan kenyamanan tersebut tapi masih bisa tersenyum dan bersyukur dan berkata “Thanks God”.

Bagi saya banyak pengalaman yang saya dapat selama menaiki bis metro mini ini – misalnya jari jempol kanan saya yang saat ini tidak bisa berfungsi normal setelah robek terkena besi di pintu – akibatnya harus dijahit 6 jahitan. Kata kakak saya ini akibat kepelitan saya haahahhaahhaahahahaha. Iya juga sih mungkin. Naik bis nya cuman Rp 3000 tapi biaya jahit, dokter dll itu habis sekitar 1 jutaan (yang untungnya dibayar kantor) dan yang paling fatal sih, sampai saat ini, jempol ini tidak bisa berfungsi banyak 😀 Dan anehnya …. saya enggak kapok hahahahhahaahhaaa

Salah satu yang membuat saya salut adalah – terkadang bis ini tidak memakai kondektur, sehingga orang orang harus maju ke depan dan membayar langsung ke supirnya. Aneh nya saya itu hampir tidak pernah melihat orang orang yang tidak membayar – semua tertib membayar. Padahal kalau mau lari tidak bayar, bisa saja di lakukan, minta supir menghentikan bis sebentar dan kemudian tidak bayar. Saya cukup salut dengan kejujuran pengguna bis kota ini.

Kemudian saya juga belakangan sering banget melihat suami istri yang saling bekerjsama. Si istri menjadi kondektur nya dan suami yang mengendarai nya – malah saya pernah melihat yang membawa anak anaknya (anak anaknya duduk di depan sebelah bangku supir). Salut saya. Susah senang dirasakan bersama 😀 Kind of romantic, right? 😀

Yang paling menyebalkan tentu saja ketika tiba tiba ditengah jalan, penumpang di suruh pindah ke bis yang lain karena sang supir mau muter pulang atau karena penumpangnya terlalu sedikit. Hadeuh deh. Pertama, kalau bisa yang satunya tersebut tidak penuh maka akan aman, kalau tidak, berdesak desakkanlah seperti ikan pepes. Kedua siap siap saja di klakson in mobil atau motor karena sang supir akan menghentikan bis nya di tengah jalan yang kemudian tidak jarang memaki penumpang unyu unyu yang tidak bersalah seperti saya. Haahahhahaahhahaaha

Selain itu karena bis metro mini ini termasuk bis yang paling tua, maka musim hujan adalah saat saat paling horor untuk menaiki bis bis ini, karena tidak jarang atap bisnya bocor – sehingga naik bis juga akan kehujanan, basah, lepek. Malah lebih aman kalau jalan kaki karena bisa pake payung. Kan enggak lucu ya di bis pakai payung hahahahhaahahahaa.

Sama seperti bis yang lain, kondektur metro mini ini sering sekali mengatakan bahwa tidak ada bis karena macet – terutama pulang kerja. Maka walaupun sudah penuh, tetap saja orang orang masih mau masuk bis. Jangan dibayangkan bagaimana rasanya di dalam bis tersebut – seperti ikan panggang – panas seperti di oven. Parahnya kalau kita di tengah tengah nya, kita bahkan tidak bisa keluar dari bis, walaupun kita sudah berteriak teriak minta bis untuk berhenti. Orang orang di sekitar kita seolah tidak perduli dan tidak memberikan kita sedikit ruang untuk lewat. Tapi ya…. ruang apalagi yang bisa mereka berikan, wong mereka untuk memiringkan badan saja juga sudah sulit 😀

Kalau soal bangku bis … ehmmmm ….. justru bangku yang plastik itu lebih nyaman di bandingkan bangku dari kulit plastik yg tidak jarang sudah bolong bolong, dan kalau hujan air hujan merembes di spon kursinya – akibatnya – ketika diduduki rok atau celana kita akan basah 😀 PS: lebih nyaman bukan berarti nyaman yaaaaaaaa hahahhahahaahaa.

Yang paling seru kalau bis metro mini ini saling bersaing mengejar penumpang – siap siap ajah berdoa -karena nyawa serasa tidak ada harganya bagi pak supir dan jangan lupa menutup telinga karena mobil atau motor yang disalip tidak jarang akan memaki maki. Marah ke supir? Ya percuma – wong penumpang bagi mereka adalah orang yang menumpang dan membayar bukan raja ataupun ratu. Mau naik syukur, enggak ya sudah. :p

Tapi supir bis itu sebenarnya banyak yang care loh sama orang lain.
Buktinya kalau sedang menyalakan musik di bis nya terus ada pengamen, otomatis mereka akan menyetop musik dan membiarkan pengamen itu mengamen. Setelahnya mereka akan memasang musik lagi.

Trus tidak jarang saya melihat kalau mereka juga perduli sama anak anak supir yang lain. Mereka akan bertanya ayah atau ibu anak anak itu dimana? Anak anak itu mau kemana dan tidak jarang saya melihat mereka memberikan uang kepada anak anak tersebut. Tidak besar memang paling beberapa 500 koin, tapi bukan nilainya, hanya perhatian mereka terhadap anak anak itu. Dan itu juga menurut saya ketika mereka memberikan uang tersebut harganya sebesar ongkos satu anak sekolah. Hayooooo berapa dari kita yang masih mau perduli dengan anak anak teman kita? Anak anak tetangga kita? Berapa dari kita mau memberikan dari yang sedikit kita punya? Malah tidak jarang kita mengeluh dengan apa yang kita punya.

Penumpang bis nya sendiri beragam, yang paling saya sering lihat beberapa tahun belakangan ini kalau pagi atau malam malah lebih banyak perempuan perempuan yang pergi atau pulang kerja. Apakah ini berarti lebih banyak perempuan yang bekerja dari pada laki laki? Atau kah memang laki laki berangkatnya lebih pagi lagi atau lebih siangan dan pulangnya lebih malam atau lebih sorean? Entahlah.

Tapi berbeda dengan jaman saya kecil dulu, banyak anak anak sekolah atau anak anak muda yang akan memberikan kursinya kepada orang tua atau ibu ibu hamil. Ini banyak sekali anak anak sekolah atau anak anak muda yang tidak perduli sama sekali. Cuek, seolah olah tidak melihat. Mungkin jaman sudah berubah. Entahlah. Hanya saya merasa untuk bagian ini, saya lebih memilih ajaran guru guru saya. Memberikan hati kepada orang orang tua dan ibu hamil atau orang orang yang membutuhkannya.

Pengamen nya? Nah – kalau pengamen yang suaranya bagus bagus itu biasanya langsung bernyanyi. Kalau pengamen pengamen yang sudah lah bau banget (mungkin tidak mandi beberapa hari) – suaranya hancur sehancur nya (bikin telinga sakit) – lagunya juga pasti tentang menentang dunia yang semakin materialistis atau pemerintah yang korup dan tidak mau perduli dengan mereka dan mereka perlu dengan kebebasa – dan yang menjengkelkan kata kata pembuka nya yang hampir sama semua “Tolong hargai suara kami, 1000 atau 2000 rupiah tidak ada harganya buat anda. Tapi tolong hargai suara kami. Ini lebih baik daripada kami merampok”

Apalagi ya? Oh terkadang ugal ugalan nya bis metro mini ini menolong banget, ketika jalanan lagi macet macetnya. Karena mereka akan mencari alternatif alternatif jalan yang lenggang, termasuk busway. Lumayan lah, saya bisa tidak ikut merasakan macet walaupun bayarannya jantung saya harus sport saking takutnya. Hahahahahahaa
Moga moga yang ini tidak dibaca pak polisi ya 😀

Jadi begitulah gambaran suasana metro mini 75 – uhm saya tidak bisa memberikan gambaran bis yang lain, mungkin lebih baik, atau malah lebih parah. Yang pasti saya yakin selama kita menikmati apapun itu (mau naik bis, naik taksi, naik mobil, naik ojek), pasti banyak yang bisa kita pelajari dan syukurin.

Salam

Surat Terbuka 2 kepada FPI – Saya memilih Pimpinan Saya Sendiri

Kepada seluruh anggota FPI yang saya hormati,

surat terbuka ini adalah surat terbuka ke 2 saya kepada bapak bapak yang saya hormati yang saat ini menjadi anggota FPI.

Sekali lagi saya kembali merasa kecewa dengan tindakan anarkis yang dilakukan oleh bapak bapak yang terhormat sekalian, karena saya percaya sebagai umat muslim yang mencintai Allah swt, lebih indah rasanya menggunakan kelembutan dan tata krama dibandingkan menggunakan kekerasan, terutama kemudian melakukan tindakan itu dengan atas nama umat muslim tanpa bertanya terlebih dahulu apakan mereka juga mau diwakilkan oleh bapak bapak yang terhormat.

Saya percaya akan niat baik bapak bapak sekalian untuk mengajak umat muslim yang lain yang menurut bapak bapak tidak berada dalam jalan yang lurus, untuk kembali ke jalan yang lurus. Tetapi sayang nya justru tindakan anarkis seperti membuat banyak orang menjadi kembali berpkir apakah sekeras ini Islam, apakah Allah swt yang maha lembut itu memang menginginkan melakukan kekerasan? Selain itu kalau lah menurut bapak bapak yang terhormat adalah benar, haruskan bapak bapak melakukannya dengan menggunakan nama umat muslim? Tidak bisakah bapak bapak terhormat mengatasnamakan apapun yang bapak bapak lakukan atas nama diri sendiri?

Ketika bapak bapak berkata bahwa bapak tidak setuju dipimpin oleh Bapak Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dengan mengatas namakan umat muslim, saya sebagai pemegang ktp DKI dan jelas di ktp saya apa agama saya, merasa tidak pernah meminta bapak bapak untuk mengatas namakan saya menolak Bapak Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sebagai pemimpin DKI Jakarta ini. Jadi tolong jangan mengatas namakan saya di sana. Tolong jangan melibatkan saya dalam ketidak setujuan bapak bapak yang terhormat. Dan tolong juga agar bapak bapak yang terhormat, menanyakan terlebih dulu kepada seluruh umat muslim pemegang KTP DKI, apakah mereka setuju dengan apa yang bapak bapak sampaikan, sebelum bapak bapak melakukan sesuatu dan mengatas namakan saya dan mereka semua.

Tidak pernah sekalipun dalam pikiran saya, merasa bapak Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) tidak bagus untuk memimpin Jakarta ini. Menurut saya beliau orang yang luar biasa hebat. Orang yang berani untuk menyatakan apa yang dipikirkan nya tanpa harus memakai nama orang lain, atau mengatas namakan agamanya. Orang yang berani menunjukkan dirinya ketika melakukan sesuatu dan berani bertanggungjawab tanpa harus bersembunyi atau memakai topeng atau membabi buta menggunakan kekerasan. Orang yang mencintai negaranya dan mau berdiri untuk orang lain yang tidak mampu. Dan saya sebagai warga negara Indonesia yang ber KTP DKI merasa beliau sampai saat ini masihlah sebagai orang yang tepat memimpin DKI Jakarta, terlebih sebelumnya memang beliau adalah Wagub DKI Jakarta, dimana sudah pasti ketika Gubernur nya tidak bisa bekerja, maka wakilnya lah yang akan menggantikannya.

Bapak bapak anggota FPI yang saya hormati – Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) adalah pemimpin DKI Jakarta ini, tetapi beliau hanyalah gubernur – diatas beliau masih ada seseorang yang bernama Presiden RI yang merupakan pemimpin tertnggi di negara ini. Jadi kalau lah asumsinya tidak ingin dipimpin oleh seorang yang bapak bapak katakan “kafir “- toh masih ada atasan nya Ahok. Dan beliau adalah Jokowi – Presiden RI. Jadi siapa bilang umat muslim Indonesia dipimpin oleh seorang yang bapak bapak katakan adalah “kafir” ?

Bapak bapak anggota FPI yang saya hormati, maka dengan ijinkanlah saya untuk menggunakan hak saya sebagai manusia, sebagai warga negara Indonesia pemegang KTP DKI untuk memilih sendiri apa yang ingin saya pilih, dan mohon jangan lagi mengatas namakan, atas apa yang bapak bapak ucapkan atau lakukan tanpa bertanya terlebih dahulu kepada saya, Terlebih lagi kalau yang dilakukan adalah tindakan anarkis yang menurut saya tidak sepantasnya dilakukan oleh orang orang yang saya anggap bisa memimpin saya.

Ijinkanlah saya dengan ini juga tidak memilih bapak bapak yang saya hormati untuk memimpin saya. Ijinkanlah saya untuk tidak menyetujui tindakan anarkis yang bapak bapak lakukan atas nama apapun. Karena pemimpin untuk saya adalah orang yang bisa saya tiru langkahnya, yang mencintai negara ini dengan amat sangat tanpa harus melihat apakah rakyatnya berbeda agama dari nya atau tidak serta yang mampu bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya tanpa mencari pembernaran dengan mengatasnamakan orang lain.

Salam Hormat

Kharina Dhewayani

Pemimpin di hati rakyat – Surat rakyat untuk Capresnya

Tadi pagi, ketika akan berangkat ke kantor, tiba tiba saya teringat tentang berita yang saya baca kemaren tentang bagaimana seorang capres yang begitu ingin nya menang, sehingga sudah ribut akan menggugat kalau dinyatakan kalah. Begitu inginnya beliau menang dan memimpin negara ini, tapi begitu tidak percaya dirinya beliau karena sudah melakukan persiapan persiapan kalau nanti dinyatakan kalah 😀

Dan ingatan saya kemudian melayang kepada almarhumah Lady Di. Mantan istri Pangeran Charles yang pernah saya anggap hanyalah perempuan yang mengandalkan kecantikkan, tetapi kemudian menjadi salah satu idola saya karena ketika beliau bercerai dengan sang pangeran dan dipaksa untuk melepaskan tahtanya, beliau dengan senyum nya yang menawan, dengan mata yang bersinar dan lemah lembut mengeluarkan pernyataan yang isinya kira kira begini “bagi saya, tidak penting tahta – jabatan sebagai putri di kerajaan, karena saya akan lebih bahagia dan bangga menjadi ratu di hati rakyat Inggris” .

Sejak saat itu, almarhum memang menjadi ratu di hati saya (agak lebay memang , tapi itu yang saya rasakan 😀 ) .  Saya melihat beliau dari sisi yang lain, yang ternyata memang diantara affairnya, kasus bulimia – tapi beliau adalah perempuan terhebat yang mampu merubah image tentang istri seorang pangeran – putra mahkota kerajaan.  Pemimpin sejati yang mampu merebut hati rakyat Inggris dengan karismanya – mempergunakan kekuasaanya untuk melakukan aksi sosial – melindungi anak anak kelaparan di Afrika misalnya.

Trus apa hubungannya dengan capres ?

Menurut saya, ini adalah pemilihan presiden, pemilihan pemimpin negara besar di Indonesia. Apapun hasilnya, semestinya kedua calon pemimpin seharusnya legowo – surrender – iklas menerimanya. Dan bukan malah membuat pernyataan pernyataan yang bernada mengancam apabila hasilnya tidak sesuai dengan keinginannya.

Saat rakyat Indonesia – merasa deg deg an bukan karena hasilnya siapa yang menjadi Presiden tapi lebih karena ketakutan terjadi hal hal yang tidak diinginkan – takut akan terjadinya kekacauan apabila salah satu dari capres tidak terpilih, semestinya –  apabila capres nya merupakan pemimpin yang benar benar pemimpin – mampu untuk mengetuk hati rakyatnya agar tidak melakukan perbuatan anarkis, tidak melakukan hal hal yang akan merugikan bangsa ini, merugikan negara ini.  Mengajak rakyatnya untuk legowo, menerima apapun hasilnya dan mendukung presiden terpilih nanti untuk menjalakankan roda pemerintahan ini.

Menurut saya, yang saat ini dibutuhkan adalah, pemimpin yang mampu menyentuh hati rakyatnya untuk melakukan apa yang direncanakan untuk memajukan bangsa ini. Pemimpin dihati rakyat yang berani untuk membela harkat dan martabat bangsa ini, yang tidak akan membiarkan negara ini menjadi bual bualan negara lain. Pemimpin di hati rakyat yang berani melakukan yang terbaik bagi rakyatnya, walaupun akan dikecam oleh banyak orang. Pemimpin yang tidak memihak pada salah satu golongan tapi memihak pada rakyat banyak. Pemimpin yang tau dimana harus keras, dan dimana harus menggunakan kelembutannya.

Pemimpin yang mengembalikan Indonesia Raya, mengembalikan Pancasila dan burung Garuda (tanpa merubah makna dan warnanya), pemimpin yang mengembalikan makna “Bhineka Tunggal Ika  – berbeda beda tapi tetap satu ”  –  dimana suku, agama, ras dan antar golongan dipersatukan dalam satu ikatan yang kuat yang disebut ” Negara Kesatuan Republik Indonesia”.  Pemimpin yang berani mengakui kesalahannya, pemimpin yang sempurna di dalam ketidak sempurnaannya sebagai manusia.

Karena menurut saya, intan tetaplah intan – yang apabila didalam lumpur pun akan tetap bersinar. Begitu juga dengan pemimpin di hati rakyat – sekalipun tidak terpilih saat ini misalnya, tapi tetap saja sinarnya tidak akan mampu berhenti – tetap akan bersinar – yang suatu saat – cepat atau lambat akan menggerakkan banyak hati untuk memilihnya menjadi Pemimpin negara ini.

Jadi? Catatan saya untuk ke dua capres … apabila yakin menjadi pemimpin di hati rakyat – untuk apa takut tidak terpilih????

Salam